DENPASAR, radarbali.jawapos.com - National Winner Talent Competition (NWTC) hadir sebagai inovasi baru yang menggabungkan integritas, teknologi, dan pembinaan prestasi secara berkelanjutan.
BTW Academy (LKP. Bina Taruna Wiratama) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah institusi di Bali. Langkah ini menjadi jalan strategis untuk mendukung pelaksanaan NWTC.
Lima mitra resmi yang turut serta dalam penandatanganan tersebut adalah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI), Primakara University, Center for Young Scientists (CYS), Perhimpunan Instruktur Digital Indonesia (PIDI) dan Asosiasi Bali Tech Startup (BTS). Penandatanganan kerja sama dilakukan di Denpasar, Kamis (7/3/2025).
Selain itu, dukungan kuat juga datang dari Direktorat Pengembangan Ekosistem Digital KOMDIGI RI, yang sebelumnya telah mengeluarkan surat rekomendasi resmi sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi BTW Academy sebagai startup alumni Gerakan 1000 Startup Digital Kemenkominfo.
Dr. Ir. Standly Suwandhi, A.TD., M.T., IPU., CI., selaku CEO BTW Academy dan Pimpian LKP BTW menjelaskan, berbeda dengan kompetisi pada umumnya, NWTC dilaksanakan sepenuhnya secara digital melalui platform resmi BTW Edutech dengan pendekatan Computer-Based Test (CBT) dan Computer Assisted Test (CAT).
Kompetisi ini bersifat tahunan dan berjenjang, dimulai dari tingkat Kabupaten/Kota, lalu ke Provinsi, dan puncaknya di tingkat Nasional
Ada dua kategori awal yang akan diperlombakan dalam NWTC. Dua kategori itu yakni CBT-SNBT, menggunakan sistem penilaian Item Response Theory (IRT) seperti pada UTBK SNBT.
Lalu CAT-SKD menggunakan Classical Test Theory (CTT) sebagaimana dipakai dalam seleksi CPNS dan sekolah kedinasan oleh BKN.
”Ke depannya, NWTC akan membuka lebih banyak kategori, baik berbasis mata pelajaran seperti Matematika dan Bahasa Indonesia, maupun bidang keilmuan seperti sains terapan, sosial humaniora, hingga kewirausahaan,” kata Suwandhi, kepada awak media.
Lanjut dia, tak hanya unggul dalam sistem penilaian, NWTC juga menawarkan pengalaman ujian digital yang transparan, real-time, dan adil, melalui fitur unggulan
Menurut dia, NWTC tidak berhenti hanya sebagai ajang lomba. Seluruh hasil kompetisi akan diajukan untuk kurasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kemendikbudristek RI yang menjadi pintu masuk untuk penentuan rating nasional kompetisi, penerimaan siswa jalur prestasi (PPDB), dan integrasi data ke Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) milik Kemendikbudristek.
”Ini adalah kolaborasi multipihak yang konkret untuk masa depan pendidikan Indonesia. Kami ingin NWTC jadi ajang yang bukan hanya prestisius, tapi juga edukatif dan membentuk karakter,” pungkasnya. (mar)
Editor : Rosihan Anwar