NEGARA, Radar Bali.id - Siswa kelas VIII atau kelas II Sekolah Mencegah Pertama Negeri (SMPN) se- Jembrana, diberlakukan psikotes alias tes psikologi.
Hasil progam psikotes ini, nantinya akan dijadikan bahan bagi guru untuk mendampingi siswanya belajar dan sebagai acuan bagi siswa mengenai bakat dan minatnya.
Karena sesuai dengan tujuannya, psikotes digunakan untuk menilai berbagai aspek psikologis seseorang, seperti kecerdasan, kepribadian, minat, dan bakat.
”Dengan adanya psikotes ini, siswa bisa mengetahui potensi, minat dan bakatnya. Guru juga memiliki dasar untuk membimbing dan mengarahkan siswa,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Jembrana I Gusti Putu Anom Saputra.
Peserta psikotes, khusus untuk kelas III saja setiap Jumat dan Minggu, bertahap di 18 SMPN se- Jembrana. Psikotes dengan mengisi lembaran ujian tulis di komputer ini, merupakan salah satu program dari Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang digenjot dalam 100 hari kerja sejak dilantik, dimulai pada 9 Mei lalu dan target selesai akhir bulan ini. ”Program ini memang baru. Karena memang program prioritas pak bupati," ujarnya.
Anom menambahkan, dengan program ini nantinya siswa bisa lebih menilai diri mengenai bakat dan minatnya, sehingga bis terarah ketika sudah menginjak kelas X.
Kemudian setelah lulus, bisa menentukan pilihan sendiri tujuan sekolah lanjutannya. [*]
Editor : Hari Puspita