Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

SDN 4 Sambirenteng, Tejakula, Buleleng, Tahun Ajaran Baru Tanpa Siswa, Ini Dugaan Penyebabnya

Francelino Junior • Selasa, 22 Juli 2025 | 19:13 WIB

KOSONG : Kondisi salah satu ruangan kelas SDN 4 Sambirenteng yang nol siswa baru.(istimewa)
KOSONG : Kondisi salah satu ruangan kelas SDN 4 Sambirenteng yang nol siswa baru.(istimewa)

SINGARAJARadar Bali.id – Apa yang terjadi di sekolah ini memang ironis. Di tengah gegap gempitanya kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026, ternyata ada satu sekolah yang ternyata tidak ada murid baru sama sekali.

Sekolah itu adalah SDN 4 Sambirenteng yang berlokasi di Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Buleleng. Bukan hanya persoalan jumlah anak usia sekolah yang menurun saja jumlahnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 4 Sambirenteng, Made Suasmini mengatakan, kejadian nihilnya murid baru di sana, baru pertama kali terjadi. Nihil dalam artinya tidak ada pendaftar sejak awal, otomatis murid barunya pun kosong.

”Sejak delapan tahun belakangan, memang muridnya semakin sedikit. Tahun lalu saja, kami hanya terima pendaftar empat orang, tapi dipindahkan satu orang, sehingga sisa tiga orang saja murid barunya,” ujarnya dikonfirmasi pada Senin (21/7/2025).

Mirisnya lagi, SDN 4 Sambirenteng ini hanya memiliki 32 orang siswa dari kelas 2-6. Rata-rata para siswa itu berasal dari Banjar Dinas Geretek dan Silagading, Desa Sambirenteng.

Mereka diajar oleh dua guru mata pelajaran yakni agama dan penjas, serta lima orang guru kelas.

Suasmini menduga, ada sejumlah faktor yang menyebabkan lembaga pendidikan yang berada di pinggir Jalan Raya Singaraja-Amlapura. Salah satunya dengan berdampingannya sekolah tersebut, dengan SDN 3 Sambirenteng begitu mepet hanya dipisahkan tembok.

Alasan lainnya adalah sarana dan prasarana di sana yang kurang memadai. Bahkan belum lama ini, atap perpustakaannya pun roboh, begitu juga dengan ruang kelas yang plafonnya rusak. Selain itu, chrome book yang tidak dimiliki SDN 4 Sambirenteng.

”Kami selalu berkomitmen memperbaiki, agar sesuai dengan keinginan orang tua murid. Bahkan upaya lain juga dilakukan dengan kerjasama dengan sejumlah yayasan. Mulai dari les Bahasa Inggris gratis hingga pemberian alat tulis dan bekal,” lanjut Suasmini.

SDN 4 Sambirenteng pun tidak dapat berbicara banyak, mengenai nihilnya siswa baru di sana. Meski begitu, pemerintah diharapkan dapat membantu memperbaiki sarana dan prasarana yang ada di lembaga pendidikan itu. Sehingga dapat menerima murid baru lagi. [*]

Editor : Hari Puspita
#tejakula #kekurangan murid #Krisis Siswa #mpls #buleleng #Sambirenteng