Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

STIKES Buleleng Gagas Revitalisasi Desa Wisata Pemuteran dengan Konsep Safety Tourism

Rosihan Anwar • Rabu, 10 September 2025 | 19:28 WIB
Tim dari STIKes Buleleng dan STIE Satya Dharma, serta sejumlah mahasiswa Prodi Sarjana Keperawatan STIKes Buleleng di Desa Pemuteran, Gerokgak.
Tim dari STIKes Buleleng dan STIE Satya Dharma, serta sejumlah mahasiswa Prodi Sarjana Keperawatan STIKes Buleleng di Desa Pemuteran, Gerokgak.

SINGARAJA, radarbali.jawapos.com - Dosen STIKES Buleleng, Ns. Putu Indah Sintya Dewi, S.Kep., M.Kes., bersama timnya berhasil meraih pendanaan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Dikti Sainstek), khususnya dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. 

Tim ini terdiri dari Indah Sintya Dewi dan Ni Made Dwi Yunica Astriani dari STIKES Buleleng, Komang Trisna Sari Dewi dari STIE Satya Dharma, serta sejumlah mahasiswa Prodi Sarjana Keperawatan STIKes Buleleng. 

Mereka memberikan edukasi pada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Giri Kerthi di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, sebagai mitra utama.

Kegiatan PKM itu bermula dari observasi tim. Mereka menemukan bahwa Desa Pemuteran memiliki potensi besar di sektor ekowisata. Terutama jalur trekking Bukit Udeng-Udengan dan Bukit Batu Kursi. 

Hanya saja, pengelolaan Kawasan wisata ini masih terkendala promosi digital. Selain itu penerapan standar keselamatan kerja juga belum menjadi prioritas utama.

Tim menilai, keindahan alam Pemuteran perlu diimbangi dengan promosi modern serta jaminan keamanan wisatawan. Sehingga semakin diminati oleh wisatawan.

“Kami ingin merevitalisasi Pemuteran sebagai Desa Wisata Safety Tourism atau 'Dewi Satoe'. Melalui program ini, kami mengedukasi pemandu wisata terkait K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), melatih Bantuan Hidup Dasar (BHD), sekaligus menyediakan alat pelindung diri dan kotak P3K. Kami juga membantu pengembangan website dan konten digital untuk memperluas jangkauan promosi,” jelas Indah Sintya.

Indah menambahkan, promosi berbasis website dan media sosial diharapkan mampu mendongkrak popularitas Pemuteran. Sehingga wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara semakin banyak yang datang. Di sisi lain, penerapan K3 akan menumbuhkan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan. 

“Harapannya, Pemuteran tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga unggul dalam pelayanan wisata yang aman, sehat, dan modern,” imbuhnya.

Program ini juga melibatkan mahasiswa sejak tahap survei, edukasi, hingga pembuatan konten digital. Selain memberi manfaat langsung bagi masyarakat, mahasiswa mendapat pengalaman praktis di lapangan.

Produk akhir dari program ini mencakup website desa wisata, konten promosi digital, peningkatan keterampilan pemandu wisata, hingga publikasi kegiatan melalui media massa dan jurnal ilmiah. 

“Dengan revitalisasi Dewi Satoe, kami ingin Pemuteran semakin dikenal dunia sebagai destinasi wisata yang aman, sehat, dan berkelas internasional,” demikian Indah. (*)

Editor : Rosihan Anwar
#STIKES Buleleng