BULELENG, radarbali.jawapos.com - Program PKM (Pengabdian kepada Masyarakat) merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Melalui kesempatan yang diberikan oleh DRTPM Kemdiktisaintek, salah satu dosen Stikes Buleleng, Bidan Kadek Ayu Suarmini yang di dampingi anggota kelompoknya Ni Made Karlina Sumiari Tangkas dan Made Dwi Ferayani, melakukan kegiatan PKM, di daerah Penyaringan Jembrana Bali.
Dengan judul “Pengkapasitasan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Penyaringan Melalu Produk Usaha Kelor Pemasaran Dan Kesehatan Keselamatan Kerja".
Adapun dalam kegiatan PKM ini, Stikes Buleleng memberikan bantuan berupa transfer teknologi seperti mesin pemipih adonan kripik kelor, mesin peniris minyak, showcase, dan peralatan K3.
Dosen Stikes Kadek Ayu Suarmini bersama dengan anggota kelompoknya Ni Made Karlina Sumiari Tangkas dan Made Dwi Ferayani menyebut kegiatan PKM ini memberikan kesempatan kepada KWT dalam mengolah kelor menjadi kripik kelor, minuman moriko dan olahan lainnya.
Yang mana akan didistribusikan dalam kegiatan posyandu serta kegiatan desa. Seperti diketahui bersama jika kelor atau Moringa Oleifera L.
"Termasuk ke dalam kelompok superfood, yang mana sangat memiliki banyak manfaat untuk kesehatan individu," ungkapnya.
Selain itu tujuan dari Kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani Bali Palma Jagadhita Desa Penyaringan Jembrana Bali.
Di mana dosen sebagai pengabdi, membantu dalam memberikan transfer teknologi serta ilmu pengetahuan serta K3 yang memang wajib dipraktikkan dalam pengelolaan dan pengolahan pembuatan produk.
Sehingga selain bisa meningkatkan hasil produksi, kelompok juga paham penting dan urgensi nya komitmen dalam penerapan safety K3 dalam proses produksi.
"Mari kita dukung kelompok yang ada di daerah dalam mengembangkan potensi daerah untuk mendukung ketahanan pangan daerah melalui komoditi lokal kelor," pungkasnya.
Editor : Rosihan Anwar