Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Unmas Denpasar Ajari Petani Bangli Produksi Pestisida Nabati Mandiri, Solusi Murah dan Sehat

Rosihan Anwar • Rabu, 8 Oktober 2025 - 04:47 WIB
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Unmas Denpasar untuk petani di Desa Bunutin, Bangli.
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Unmas Denpasar untuk petani di Desa Bunutin, Bangli.

BANGLI, radarbali.jawapos.com – Petani di Desa Bunutin, Bangli, kini memiliki solusi efektif untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.

Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menggelar Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Unggulan yang membekali petani dengan keterampilan membuat pestisida nabati sendiri dari bahan-bahan alami.

Pelatihan ini dipimpin oleh Dr. Ni Putu Sukanteri, S.P., M.Agb., bersama tim dari Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian dan Bisnis Unmas, yakni Ir. Cening Kardi, M.M.A, dan Dr. Ida Ayu Made Dwi Susanti, S.P., M.Agb dengan narasumber Dr. Putu Eka Pasmidi Ariati, S.P., M.P.

Program ini mengusung tema pertanian berkelanjutan, menawarkan pengendalian hama yang lebih sehat, murah, dan ramah lingkungan.

Daun Sirsak dan Pepaya Jadi Bahan Utama

Antusiasme petani tinggi setelah mengetahui potensi bahan-bahan di sekitar mereka.

“Petani sangat antusias saat tahu bahwa daun sirsak, sirih, dan pepaya yang selama ini dianggap limbah, ternyata bisa diolah menjadi pestisida yang efektif untuk membasmi hama seperti wereng, walang sangit, dan penggerek batang,” ungkap Dr. Sukanteri.

Dalam sesi praktik, peserta diajarkan teknik pencacahan, fermentasi sederhana, hingga cara penyemprotan yang tepat.

Kandungan aktif dari bahan-bahan alami ini, seperti acetogenin dari daun sirsak dan papain dari daun pepaya, terbukti ampuh mengganggu sistem saraf dan pencernaan hama.

Keunggulan utama pestisida nabati ini adalah aman bagi lingkungan, tidak meninggalkan residu berbahaya, dan menjaga ekosistem sawah tetap seimbang.

Peningkatan Keterampilan dan Potensi Ekonomi

Evaluasi pasca-pelatihan menunjukkan keberhasilan signifikan, di mana 80% peserta mampu memahami dan mempraktikkan pembuatan pestisida nabati dengan baik. Bahkan, keterampilan warga dalam mengembangkan pestisida sebagai produk ekonomi lokal juga meningkat hingga 78%.

“Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi bagian dari transformasi menuju pertanian berkelanjutan berbasis kearifan lokal,” tambah Ir. Cening Kardi, M.M.A., anggota tim pelaksana PkM, menekankan dampak jangka panjang program ini.

 

Editor : Rosihan Anwar
#PKM #unmas denpasar