BANGLI, radarbali.jawapos.com – Petani di Desa Bunutin, Bangli, kini memiliki solusi efektif untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.
Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menggelar Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Unggulan yang membekali petani dengan keterampilan membuat pestisida nabati sendiri dari bahan-bahan alami.
Pelatihan ini dipimpin oleh Dr. Ni Putu Sukanteri, S.P., M.Agb., bersama tim dari Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian dan Bisnis Unmas, yakni Ir. Cening Kardi, M.M.A, dan Dr. Ida Ayu Made Dwi Susanti, S.P., M.Agb dengan narasumber Dr. Putu Eka Pasmidi Ariati, S.P., M.P.
Program ini mengusung tema pertanian berkelanjutan, menawarkan pengendalian hama yang lebih sehat, murah, dan ramah lingkungan.
Daun Sirsak dan Pepaya Jadi Bahan Utama
Antusiasme petani tinggi setelah mengetahui potensi bahan-bahan di sekitar mereka.
“Petani sangat antusias saat tahu bahwa daun sirsak, sirih, dan pepaya yang selama ini dianggap limbah, ternyata bisa diolah menjadi pestisida yang efektif untuk membasmi hama seperti wereng, walang sangit, dan penggerek batang,” ungkap Dr. Sukanteri.
Dalam sesi praktik, peserta diajarkan teknik pencacahan, fermentasi sederhana, hingga cara penyemprotan yang tepat.
Kandungan aktif dari bahan-bahan alami ini, seperti acetogenin dari daun sirsak dan papain dari daun pepaya, terbukti ampuh mengganggu sistem saraf dan pencernaan hama.
Keunggulan utama pestisida nabati ini adalah aman bagi lingkungan, tidak meninggalkan residu berbahaya, dan menjaga ekosistem sawah tetap seimbang.
Peningkatan Keterampilan dan Potensi Ekonomi
Evaluasi pasca-pelatihan menunjukkan keberhasilan signifikan, di mana 80% peserta mampu memahami dan mempraktikkan pembuatan pestisida nabati dengan baik. Bahkan, keterampilan warga dalam mengembangkan pestisida sebagai produk ekonomi lokal juga meningkat hingga 78%.
“Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi bagian dari transformasi menuju pertanian berkelanjutan berbasis kearifan lokal,” tambah Ir. Cening Kardi, M.M.A., anggota tim pelaksana PkM, menekankan dampak jangka panjang program ini.
Editor : Rosihan Anwar