Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

PKM UPMI Bali Berdayakan Komunitas Tuli-Dengar di Sibetan - Karangasem

Rosihan Anwar • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 20:05 WIB
Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bal) di Desa Sibetan, Karangasem.
Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bal) di Desa Sibetan, Karangasem.

KARANGASEM, radarbali.jawapos.com - Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat inklusif melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Sibetan, Karangasem.

Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas Komunitas Tuli-Dengar Raya Honey Sibetan dalam produksi dan pemasaran madu produksi mereka.

Berbekal filosofi Nyama Braya—prinsip kebersamaan khas masyarakat Bali—komunitas ini mengelola usaha bud idaya lebah madu dengan penuh semangat.

Anggota tuli yang memiliki ide dan inovasi mendapat dukungan dari anggota dengar, yang berperan menjembatani komunikasi dengan pemerintah, relawan, maupun pelanggan.

Namun, di balik potensi besar tersebut, komunitas ini masih menghadapi sejumlah kendala, terutama pada aspek produksi dan pemasaran.

Kemampuan dalam pemisahan koloni lebah masih terbatas, alat pengendali hama belum memadai, dan perangkat panen madu belum lengkap.

Dari sisi pemasaran, keterbatasan tempat penyimpanan sesuai standar, desain kemasan, serta keterampilan digital marketing juga menjadi tantangan tersendiri.

Menjawab persoalan itu, tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) hadir dengan program pemberdayaan yang menyeluruh pada tahun 2025. 

“Program ini mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, hingga pendampingan berkelanjutan,” ujar Dr. I Wayan Sumandya, S.Pd., M.Pd., dosen Prodi Pendidikan Matematika yang bertindak sebagai ketua tim.

Ia didampingi dua dosen lainnya, Dr. A.A. Istri Mirah Dharmadewi, S.Si., M.Si. (Pendidikan Biologi) dan Gde Iwan Setiawan, S.E., M.Kom. (Teknik Informatika) serta tiga mahasiswa, Ni Made Dwi Handayani (Pendidikan Matematika), I Komang Swi Artama (Pendidikan Biologi), dan I Wayan Eka Pradnya Dharma Yudha (Teknik Informatika).

Dijelaskan, program ini didukung penuh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemristekdikti melalui DIPA Tahun Anggaran 2025.

Melalui pelatihan langsung, para anggota komunitas dibimbing mempraktikkan pemisahan koloni lebah, penggunaan fogger dan disinfektan, hingga teknik panen menggunakan extractor dan vacuum. 

Pelatihan juga meliputi pembuatan kemasan premium dari botol kaca, serta strategi pemasaran digital lewat media sosial dan marketplace seperti Tokopedia dan Shopee.

Setelah tahap pelatihan, tim dosen dan mahasiswa terus mendampingi komunitas untuk memastikan hasilnya berkelanjutan. 

“Semoga ke depannya Komunitas Tuli-Dengar Raya Honey Sibetan bisa mandiri dari segi ekonomi, selain itu jangkauan pasar lebih luas lagi, kalau bisa ekspor,” harap Sumandya. (kal)

Editor : Rosihan Anwar
#UPMI Bali #PKM #Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali