Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

STIKes Buleleng Bentuk Agen Karang Taruna Cegah Bunuh Diri lewat Media Edukasi Berbasis Kearifan Lokal

Eka Prasetya • Selasa, 14 Oktober 2025 | 02:12 WIB
Tim dosen peneliti STIKes Buleleng saat melakukan penelitian di lingkungan Karang Taruna Kecamatan Gerokgak, Buleleng.
Tim dosen peneliti STIKes Buleleng saat melakukan penelitian di lingkungan Karang Taruna Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

SINGARAJA, radarbali.jawapos.com - Tim dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Buleleng yang diketuai oleh Ns. Ni Made Dwi Yunica Astriani, S.Kep., M.Kep. menggagas penelitian inovatif bertajuk “Menganalisis Perubahan Perilaku Bunuh Diri Melalui Agen Karang Taruna Menggunakan Media Edukasi Peer Grup Berbasis Tri Kaya Parisuda Usia Dewasa”.

Penelitian ini mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui skema penelitian fundamental tahun 2025.

Tim peneliti terdiri dari Ni Made Dwi Yunica Astriani, Mochamad Heri, dan I Putu Artha Wijaya, serta melibatkan mahasiswa keperawatan STIKes Buleleng.

Penelitian ini berfokus pada pembentukan agen perubahan perilaku di lingkungan Karang Taruna Kecamatan Gerokgak, Buleleng, yang diharapkan mampu menjadi pelopor pencegahan bunuh diri di kalangan usia dewasa.

Menurut Yunica, tingginya kasus bunuh diri di Bali terutama di Buleleng menjadi latar belakang utama penelitian ini.

“Dalam dua bulan terakhir, terdapat lima kasus bunuh diri usia dewasa di Kabupaten Buleleng. Hal ini menunjukkan pentingnya pembentukan agen sebaya yang dapat memberikan edukasi dan dukungan psikologis di masyarakat," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, tim STIKes Buleleng mengembangkan media edukasi peer group berbasis Tri Kaya Parisuda sebuah filosofi Hindu Bali yang menekankan berpikir baik (manacika), berkata baik (wacika), dan berperilaku baik (kayika).

Media edukasi ini dikemas dalam bentuk e-modul interaktif dan video edukatif yang mudah diakses secara daring maupun luring.

Kegiatan pelatihan dilakukan secara berkelompok agar peserta dapat saling berbagi pengalaman, memberikan dukungan emosional, dan memperkuat solidaritas sosial.

Menurut Yunica, penerapan program ini memberikan peningkatan yang baik. Peserta menunjukkan perubahan positif dalam cara berpikir, rasa percaya diri, dan kemampuan mengelola stres.

“Pendekatan kearifan lokal seperti Tri Kaya Parisuda terbukti efektif untuk memperkuat kesehatan mental masyarakat karena nilai-nilainya mudah diterima dan sesuai dengan budaya setempat,” jelas Yunica.

Sementara itu, Luh Putu Yuli Surya Dewi, S.Pd., M.Pd., seorang psikolog dan praktisi kesehatan mental, turut hadir sebagai pembicara dalam sesi edukasi dan penguatan psikologis bagi agen Karang Taruna. Ia menekankan pentingnya dukungan sosial dalam menekan angka bunuh diri di usia produktif.

“Kesepian dan rasa tidak berdaya adalah pemicu utama munculnya ide bunuh diri. Melalui kelompok sebaya, individu belajar untuk saling memahami, menumbuhkan empati, dan menciptakan rasa memiliki,” ungkapnya.

Program ini tidak hanya melatih agen perubahan, tetapi juga menumbuhkan jejaring dukungan sosial yang kuat di tingkat desa.

Dengan dukungan pemerintah daerah, media edukasi berbasis Tri Kaya Parisuda ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Buleleng.

“Harapannya, upaya ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan mental dan mampu menurunkan angka bunuh diri di Bali,” Ujar Yunica.

Editor : Rosihan Anwar
#PKM #STIKES Buleleng