TABANAN, radarbali.jawapos.com – Upaya mengasah minat dan bakat jurnalistik, sedikitnya 50 siswa-siswi SMAN 1 Pupuan Tabananmengikuti workshop dan pelatihan intensif yang diselenggarakan di sekolah setempat, Senin (14/10/25).
Kegiatan ini bertujuan membekali anggota ekstrakurikuler Jurnalistik Crealissma Smansap (Jurnalistik Smansap) dengan kemampuan dasar hingga praktik penulisan berita, wawancara, dan produksi konten informatif.
Pelatihan yang berlangsung sekitar dua jam ini menghadirkan pemateri/instruktur Pemimpin Redaksi radarbali.id dan Jawa Pos TV Bali, Muhammad Ridwan, S.Pd.
Ridwan dalam paparannya fokus pada materi penting, termasuk elemen-elemen berita, teknik wawancara yang efektif, dan cara menulis berita yang baik. Tujuannya adalah agar para siswa mampu melakukan peliputan dan penulisan berita dengan lebih terstruktur, serta menghasilkan konten yang edukatif dan informatif untuk publikasi di media sosial maupun media internal sekolah.
Wakil Kepala SMAN 1 Pupuan Bidang Humas, I Gede Superjaya, S.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan inisiatif untuk menyediakan wadah bagi siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang jurnalistik dan publikasi media.
"Ide dan gagasan diadakannya pelatihan ini tentunya untuk mewadahi siswa-siswi SMAN 1 Pupuan tentang ilmu jurnalistik. Siswa yang memiliki kemampuan membuat berita dan menulis artikel perlu dibimbing dan dimotivasi, salah satunya dengan pelatihan jurnalistik seperti ini," ujar Gede Superjaya.
Inisiator kegiatan sekaligus Pembina Jurnalistik Smansap, Putu Fera Yastari Sapanca, menyampaikan bahwa minat siswa untuk bergabung dengan ekstrakurikuler ini meningkat setiap tahun. Peningkatan ini didukung oleh pimpinan sekolah yang aktif mendorong siswa untuk berkontribusi dan mengembangkan bakat mereka.
"Produk jurnalistik yang dihasilkan oleh ekstrakurikuler Jurnalistik Smansap untuk cetak kami punya mading yang rutin diselenggarakan sekitar tiga atau empat bulan sekali. Untuk jurnalistik online seperti berita, artikel, ataupun konten media sosial, kami sudah mengedukasi anak-anak untuk setiap hari mempunyai tugas masing-masing, sehingga semua punya tanggung jawab untuk memproduksi konten," jelas Fera.
Manfaat besar dari pelatihan ini turut dirasakan langsung oleh peserta. Sekertaris Ekstrakurikuler Jurnalistik Smansap, Desak Gede Wulan Kencana Dewi, menilai peran jurnalisme sangat penting dalam memberikan informasi yang bermanfaat, khususnya di lingkungan sekolah.
"Banyak sekali hal-hal baru yang bisa saya dapat pada pelatihan jurnalistik kali ini, termasuk apa saja struktur berita, bagaimana cara membuat berita dan peran media massa sebagai sumber informasi, lalu bagaimana cara kita bisa membedakan mana berita asli dan mana berita bohong atau hoax," sambung Wulan.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan tidak hanya memberikan manfaat kepada siswa-siswi, tetapi juga dapat diperluas untuk para guru di SMAN 1 Pupuan. Harapannya, guru-guru juga dapat dibekali kemampuan untuk menulis berita dan artikel yang terstruktur dan informatif untuk dipublikasikan di media online.***
Editor : M.Ridwan