DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Upaya memperkuat daya saing dan sinergi pendidikan tinggi Hindu di Indonesia kini memasuki babak baru.
Melalui Forum Group Discussion (FGD) Nasional bertema “Pengembangan Konsorsium Program Studi Keagamaan Hindu Berbasis Teknologi Cerdas dalam Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru”, para pimpinan perguruan tinggi keagamaan Hindu (PTKH) mempersiapkan pembentukan konsorsium program studi sebagai kerangka kolaboratif nasional dalam ekosistem Nusantara Hindu University Network (NUHUN).
Kegiatan yang digelar di Smart Classroom, Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Jumat 31 Oktober 2025, dihadiri oleh pimpinan PTKH se-Indonesia, yang dibuka oleh Dirjen Bimas Hindu.
FGD ini bertujuan menyusun model konsorsium program studi yang siap diintegrasikan ke dalam sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Nasional berbasis jejaring antarperguruan tinggi
Ketua PTKHI dan juga Rektor Universitas Hindu Indonesia Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., menegaskan bahwa pembentukan konsorsium merupakan langkah strategis untuk menyatukan kekuatan PTKH di seluruh Nusantara.
Melalui NUHUN, kampus-kampus Hindu tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi berkolaborasi dalam kurikulum, riset, dan sistem pembelajaran digital bersama.
UNHI menggawangi program tersebut dengan Program Studi Sistem Informasi sebagai salah satu kekuatannya, ujar Rektor UNHI yang sangat optimis di sisa kepemimpinnya lagi dua bulan.
“Dengan adanya konsorsium, PTKH bisa saling berbagi sumber daya, kelas, dan dosen dalam satu jaringan nasional. Ini bukan hanya efisiensi, tapi juga bentuk transformasi menuju pendidikan Hindu yang modern tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini akan mempercepat implementasi Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) dalam mewujudkan kampus berdampak, memperkuat kelas daring lintas kampus, serta membuka peluang pertukaran mata kuliah unggulan di seluruh PTKH.
Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI memberikan apresiasi terhadap inisiatif NUHUN yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
Dirjen menilai konsorsium sebagai langkah penting dan strategis dalam memperkuat tata kelola sistem PMB nasional serta meningkatkan kreativitas dan inovasi di lingkungan PTKH.
“Konsorsium ini bukan hanya kerja sama administratif, tetapi cara baru mengelola pendidikan tinggi Hindu yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” tegasnya.
Dirjen juga mendorong perguruan tinggi Hindu untuk memadukan potensi akademik dan teknologi secara berkelanjutan agar mampu menghadirkan sistem pendidikan yang lebih fleksibel, inklusif, dan berdaya saing
FGD juga menyoroti pentingnya digitalisasi pengetahuan Hindu Nusantara. Prof. Dr. I Ketut Gede Darma Putra, S.Kom., MT mengemukakan bahwa NUHUN berpotensi menjadi platform nasional yang menghubungkan seluruh kampus Hindu melalui teknologi cloud dan artificial intelligence (AI).
“NUHUN harus menjadi laboratorium digital pengetahuan Hindu, bukan sekadar sistem PMB. Di sinilah masa depan pendidikan Hindu Nusantara akan dibangun,” ujarnya.
Melalui integrasi teknologi dan nilai-nilai lokal, NUHUN diharapkan mampu melahirkan sistem ‘Humanized Intelligence’ — kecerdasan buatan yang tidak hanya berpikir logis, tetapi juga memahami rasa, tattwa, dan kebijaksanaan spiritual Nusantara
Menurut, Sugi Lanus yang juga narasumber dalam kegiatan ini menyoroti perlunya penguatan pendidikan karakter Hindu Nusantara berbasis ajaran śīla, sasana, dan dharma.
Ia menjelaskan bahwa hakikat pendidikan Hindu terletak pada pembentukan perilaku susila, bukan sekadar penguasaan pengetahuan.
Ia mengungkapkan ribuan lontar digital telah memuat nilai-nilai moral universal yang bisa diintegrasikan dalam sistem pembelajaran karakter berbasis digital.
“Etika Hindu tidak lahir dari doktrin, tetapi dari keteladanan dan kesadaran moral. Inilah yang perlu dihidupkan kembali dalam sistem pendidikan digital kita,” tegasnya
Hasil FGD menyepakati beberapa langkah strategis:
• Pembentukan Tim Teknis Nasional NUHUN yang akan menyusun roadmap pengembangan konsorsium dan sistem digital antar-PTKH.
• Penguatan kurikulum bersama dan sertifikasi digital dalam bidang-bidang unggulan untuk penguatan karakter Hindu Nusantara
• Digitalisasi lontar dan pustaka Hindu Nusantara sebagai basis pengetahuan karakter dan etika dalam pendidikan tinggi.
• Integrasi nilai, teknologi, dan kebudayaan sebagai fondasi gerakan kebudayaan digital Hindu Nusantara.
FGD ditutup dengan kesepahaman bahwa NUHUN bukan sekadar jejaring akademik, tetapi gerakan kebudayaan digital Hindu Nusantara.
Integrasi antara nilai, ilmu, dan teknologi menjadi langkah strategis menuju pendidikan Hindu yang berkarakter, berdaya saing, dan berjiwa dharma.
Editor : Rosihan Anwar