Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bahana Mahawidya (4): Globalitas Seni Rupa dan Desain Bali, B-GIDME dan B-Game jadi Wadah Dialog Kreatif Seniman & Desainer Asia-Pasifik di ARMA Ubud

Djoko Heru Setiyawan • Kamis, 6 November 2025 | 16:01 WIB
Pembukaan pameran seni rupa internasional B-GAME serangkaian B-GAAD II, 2025 di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud.
Pembukaan pameran seni rupa internasional B-GAME serangkaian B-GAAD II, 2025 di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud.

MENGUKUHKAN B-GAAD sebagai event kelas dunia, pameran desain internasional Bali–Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME) dan pameran seni rupa internasional Bali–Global Art Map Exhibition (B-GAME) kembali unjuk kualitas dan kebaruan.

Kedua pameran ini menjadi wadah dialog kreatif seniman dan desainer Asia-Pasifik dalam menafsir tema Tutur–Bhuwana–Tuwuh (Myths–World–Memories), yang mengumandangkan refleksi dalam beragam imaji serta metafora rupa dan visual.

Pameran B-GIDME dikuratori Tjok Istri Ratna CS, Pande Made Artadi, dan Loyce Arthur (Amerika Serikat) ini, menampilkan karya 108 desainer dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Jepang, dan India.

B-GIDME menjadi ruang dialektis, mempertemukan gagasan tentang ketahanan dan inovasi dalam menafsirkan mitos secara bebas, serta menegaskan mitos sebagai warisan kebijaksanaan luhur bangsa-bangsa Asia-Pasifik.

Menurut Dr. Tjok Ratna CS, banyak desainer bereputasi dengan gagasan anyar berpartisipasi dalam B-GIDME 2025.

Gema B-GAME

Pameran seni rupa internasional B-GAME 2025 menghadirkan karya 66 perupa unsur akademia, maestro, dan seniman profesional terpilih dari Indonesia, Thailand, Korea Selatan, Malaysia, Jepang, Australia, dan Bangladesh.

B-GAME dikuratori Arif B. Prasetyo, Warih Wisatsana, dan Jeon Dongsu (Korea Selatan), B-GAME menampilkan karya-karya yang merefleksikan mitos sebagai sumber pengetahuan, daya tahan, dan inovasi lintas budaya.

Kurator internasional Jeon Dongsu mengungkapkan, karya seni rupa yang dipresentasikan pada B-GAME 2025 ini bukan semata menyuguhkan capaian stilistika dan estetika yang otentik melainkan juga galian tematik yang merefleksikan mitos dalam bahasa rupa kekinian.

Menurutnya, memandang visual karya pada B-GAME, mengantarkan cara pandang kita tentang mitos yang tidak mengekang, tidak meneror, dan juga tidak mengurung ke dalam kebekuan masa silam.

’’Mitos oleh perupa kreatif menjadi entitas yang cair penuh kemungkinan simbol dan refleksi keserbaniscayaan hari ini. Mitos juga meluas dari metafora lampau ke ekspresi kritis hari ini,” terang Founder Art and Culture Magazine Korea ini.

Ko-kurator pameran Alaida Niwaya menyampaikan apresiasi atas antusiasme perupa lintas bangsa di Asia Pasifik. Selain karya dua dimensi, karya-karya tiga dimensi juga menggambarkan eksplorasi mendalam atas tema B-GAAD. 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
#ISI Bali