ISI BALI diberi kepercayaan Kementerian Kebudayaan RI mencipta seni pertunjukan baru, guna menandai pembukaan perhelatan internasional CHANDI Summit 2025, Rabu (3/9/2025) di Sanur, Bali.
Seni pertunjukan dicipta dengan menerjemahkan konsep candi sebagai simbol seni tertinggi peradaban Nusantara. Berproses selama tiga bulan, lahirlah tari penuh pesona Cancala-Bhuwana-Candika.
Event CHANDI (Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovation) merupakan konferensi budaya tingkat dunia yang diselenggarakan pada 2–5 September 2025.
Tari berdurasi 11 menit ini, merupakan mahacipta koreografi ISI BALI yang mengangkat susastra suci dan kawi-wiku sejati, sebagai peneguhan peradaban Nuswantara melalui gending dan tari.
Karya ini menghadirkan representasi metafora candi sebagai adikawya peradaban, menegaskan seni sebagai inti kebudayaan bangsa. Lango anyar (seni baru) berkonsep tandang Cala->Cipta ->Chandi <-Cipta<-Cala.
Menggambarkan edar kosmik, pertemuan energi feminin dan maskulin (deeng dan panji), bertransformasi menjadi energi panca dewata. Tarian ini melibatkan 21 penari dan 35 penabuh Gamelan Gong Gede Saih Pitu. Konsep tarian disusun Wayan ’’Kun’’ Adnyana dan Komang Sudirga.
Koreografi karya oleh Tjokorda Istri Putra Padmini, Kt Suteja, dan Komang Sri Wahyuni. Komposisi gamelan ditata Ketut Garwa dan Nyoman Kariasa. Kostum tari dirancang A.A.Ngr.Anom Mayun K.Tenaya dan Cokorda Alit Artawan, serta properti dikreasi Nyoman Laba.
Editor : Rosihan Anwar