Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dosen STIKes Buleleng Kembangkan Aplikasi EMOSYNC dan Terapi SELARAS, Cegah Gangguan Mental Remaja

Rosihan Anwar • Senin, 10 November 2025 | 23:35 WIB
Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Buleleng, Ns. Agus Ari Pratama, S.Kep., M.Kep., bersama tim di Desa Patas, Buleleng.
Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Buleleng, Ns. Agus Ari Pratama, S.Kep., M.Kep., bersama tim di Desa Patas, Buleleng.

SINGARAJA, radarbali.jawapos.com - Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Buleleng, Ns. Agus Ari Pratama, S.Kep., M.Kep., bersama timnya berhasil meraih pendanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Dikti Sainstek).

Tim ini terdiri atas Agus Ari Pratama dan Ni Ketut Putri Martasari dari STIKes Buleleng, Mertyani Sari Dewi dari STIE Satya Dharma, serta sejumlah mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan STIKes Buleleng.

Mereka sukses menjalankan kegiatan inovatif bertajuk “Implementasi Aplikasi EMOSYNC dan Terapi SELARAS (Sehatkan Pikiran, Latih Emosi, Rangkul Asa) dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Mental serta Generasi Anti Bunuh Diri pada Remaja”.

Kegiatan itu dilaksanakan di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Program tersebut menyasar kalangan remaja Karang Taruna Satya Kencana, dengan tujuan menumbuhkan kesadaran dan keterampilan mereka dalam menjaga kesehatan mental.

Kegiatan dilakukan secara kolaboratif antara dosen, mahasiswa, dan pengurus karang taruna, serta mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa.

Aplikasi EMOSYNC dikembangkan sebagai pendamping digital yang membantu remaja mengenali, memahami, dan mengelola emosi.

Aplikasi ini dilengkapi fitur pemantauan suasana hati, latihan refleksi diri, serta edukasi singkat tentang keseimbangan mental.

Sementara Terapi SELARAS menjadi kegiatan intervensi langsung yang mengajak peserta menyehatkan pikiran, melatih emosi, dan merangkul asa lewat diskusi reflektif, latihan mindfulness, dan kegiatan kelompok.

“Kegiatan ini kami rancang sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya kasus gangguan mental dan perilaku bunuh diri di kalangan remaja.

Kami ingin menunjukkan bahwa mengelola emosi dan menjaga harapan hidup bisa dilakukan dengan cara positif, menyenangkan, dan berbasis komunitas,” jelas Agus Ari Pratama.

Kegiatan tersebut disambut antusias para remaja. Mereka mengaku lebih memahami cara mengenali stres dan menyalurkan perasaan dengan sehat.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kemampuan regulasi emosi dan optimisme terhadap masa depan.

Ketua Karang Taruna Satya Kencana, Putu Ardika Sudiantara, turut mengapresiasi kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada tim dosen dan mahasiswa yang membawa inovasi seperti EMOSYNC.

Remaja di desa kami kini lebih terbuka membicarakan perasaan dan belajar cara menenangkan diri tanpa malu. Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut,” ungkapnya.

Selain berdampak positif pada peserta, kegiatan PKM ini juga menjadi contoh sukses pendekatan digital dan terapi komunitas dalam mencegah perilaku berisiko di kalangan remaja.

Tim berharap, program serupa dapat diadopsi sekolah maupun komunitas remaja lainnya di Kabupaten Buleleng sebagai bagian dari gerakan “Generasi Anti Bunuh Diri” yang peduli pada kesehatan mental anak muda. (dwa)

Editor : Rosihan Anwar
#STIKES Buleleng #PKM Kemendiktisaintek 2025