BADUNG, radarbali.jawapos.com – Politeknik Negeri Bali (PNB) memamerkan empat produk unggulan hasil riset berbasis potensi daerah dalam acara Panen Raya Berdikari 2025, yang berlangsung pada 11-12 November 2025 di Gedung Diskominfo Kabupaten Badung.
Acara ini menjadi ajang diseminasi hasil Riset Unggulan Perguruan Tinggi Vokasi, sekaligus memperkuat ekosistem sains dan teknologi (Saintek) melalui pendekatan kolaborasi Pentahelix (akademisi, pemerintah, industri, komunitas, dan media).
Fokus utama pameran PNB menampilkan solusi teknologi yang siap diterapkan untuk mendukung kedaulatan pangan, ketahanan air, dan pariwisata berkelanjutan di Bali.
Empat riset utama dari PNB yang dipamerkan menunjukkan komitmen vokasi dalam menjawab tantangan spesifik di tingkat daerah, mencakup sektor pertanian dan perikanan:
- 1. AI-IoT Deteksi Hama Padi: Riset ini mengimplementasikan gabungan Artificial Intelligence (AI), Computer Vision, dan Internet of Things (IoT) untuk mendeteksi hama padi secara otomatis. Dengan menganalisis citra tanaman menggunakan model deep learning, sistem ini mampu mengidentifikasi jenis hama secara periodik dan akurat, sehingga memungkinkan penanganan yang cepat dan tepat untuk peningkatan produktivitas tanaman padi.
- 2. Smart Farming IoT untuk Kakao: PNB mengembangkan sistem irigasi air tanah berbasis IoT untuk mendukung kedaulatan pangan dan ketahanan air pada kelompok tani kakao di Kabupaten Jembrana. Teknologi ini menggunakan sensor kelembapan tanah dan data cuaca yang terhubung ke sistem kontrol otomatis, memastikan penyaluran air yang presisi sesuai kebutuhan tanaman kakao.
- 3. Cold Storage Nelayan Berbasis IoT: Untuk meningkatkan kualitas produk ikan tangkapan, riset ini menciptakan sistem Cold Storage yang efisien energi dengan pengendalian suhu otomatis. Sistem dilengkapi sensor suhu dan kelembapan, serta monitoring berbasis IoT yang dapat diakses daring, menjamin kesegaran ikan nelayan di Desa Pengambengan, Jembrana, tetap optimal.
- 4. Green House Green Energy: Inovasi ini menghadirkan sistem Greenhouse modern yang sepenuhnya ditenagai oleh energi terbarukan seperti tenaga surya. Tujuannya adalah menjaga kestabilan lingkungan tanam (suhu, kelembapan) untuk hortikultura, sekaligus memadukan konsep pertanian berkelanjutan dengan Green Tourism di Dusun Lepang, Klungkung, sebagai model eco-techno-tourism.
Perkuat Kolaborasi dan Ekosistem Inovasi
Ketua Pelaksana Kegiatan, Ni Nyoman Harini Puspita dari Politeknik Negeri Bali, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PNB, Universitas Dhyana Pura, dan dukungan Diskominfo Kabupaten Badung.
"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendorong promosi dan pemanfaatan hasil karya sains dan teknologi yang dikembangkan melalui Program Katalisator Kemitraan Berdikari," ujarnya.
"Kami berharap semangat Berdikari—Berbasis Inovasi Daerah dan Kolaborasi Riset—dapat terus tumbuh dan berakar kuat di Bali."
Panen Raya Berdikari 2025 juga diramaikan dengan total 12 booth pameran dari PNB, Universitas Dhyana Pura, INSTIKI, dan Politeknik Nasional Denpasar, serta rangkaian kegiatan lain:
- Diskusi Publik yang melibatkan unsur Pentahelix untuk merumuskan langkah penguatan inovasi.
- Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama antara Pemerintah, Perguruan Tinggi, Industri, hingga Komunitas.
- Citizen Science yang menghadirkan 80 siswa Sekolah Dasar dari Kabupaten Badung sebagai sarana pengenalan teknologi sejak dini.
Diharapkan kegiatan ini dapat memperluas jangkauan informasi riset, meningkatkan hasil inovasi, dan menginspirasi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan teknologi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Bali.***
Editor : M.Ridwan