SINGARAJA, RadarBali.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng mendesak Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) untuk memprioritaskan perbaikan infrastruktur sekolah dalam pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2026.
Permintaan ini muncul setelah Komisi IV DPRD menemukan fakta bahwa masih banyak satuan pendidikan di Buleleng yang fasilitasnya sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, Nyoman Sukarmen, menegaskan pentingnya alokasi anggaran maksimal untuk rehabilitasi.
“Harapan besar agar pada anggaran 2026, dapat memaksimalkan alokasi untuk rehab gedung sekolah. Sehingga dapat menunjang kenyamanan siswa dalam proses belajar mengajar,” ujar Sukarmen pada Rabu (19/11/2025).
Sorotan Infrastruktur hingga Legalitas Aset
Dalam rapat pembahasan Renja Disdikpora 2026, Komisi IV menyoroti beberapa aspek krusial di sektor pendidikan. Selain perbaikan gedung rusak, masukan dewan juga mencakup:
- Pemerataan sarana dan prasarana sekolah di seluruh wilayah Buleleng.
- Penyelesaian legalitas aset lahan sekolah yang masih menjadi masalah.
- Kesiapan Buleleng sebagai tuan rumah ajang olahraga daerah.
Buleleng Kota Pendidikan, Kasus Calistung Jadi Pelajaran
Selain persoalan fisik sekolah, dewan juga menyoroti kasus viral beberapa waktu lalu mengenai siswa yang belum mampu membaca, menulis, dan berhitung (Calistung). DPRD meminta Disdikpora lebih intensif dalam melakukan pemantauan perkembangan siswa untuk mencegah terulang kembali kasus serupa.
“Belajar dari kasus kemarin, kami harapkan Disdikpora Buleleng terus memantau perkembangan siswa untuk memastikan semua sudah berjalan dengan baik,” tegas Sukarmen, menekankan status Buleleng sebagai "Kota Pendidikan" harus dipertahankan kualitasnya.
Komisi IV berkomitmen memastikan program kerja Disdikpora Buleleng di tahun 2026 efektif dan efisien, khususnya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pengembangan potensi generasi muda di kabupaten tersebut.[*]
Editor : Hari Puspita