SEMARAPURA, RadarBali.id – Kabupaten Klungkung dilaporkan mengalami surplus ruang belajar Sekolah Dasar (SD) yang sangat besar, mencapai 447 ruang melebihi kebutuhan. Kondisi ini menyebabkan banyak sekolah beroperasi dengan jumlah siswa yang minim, sehingga terancam kesulitan dana operasional.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Kadisdikpora) Klungkung, I Ketut Sujana, pada Selasa (2/12/2025), mengungkapkan bahwa dari total 133 SD dengan 924 ruang belajar yang tersedia, idealnya Klungkung hanya membutuhkan sekitar 477 ruang untuk menampung 16.362 siswa saat ini.
Terancam Gagal Bayar Listrik
Kelebihan ruang ini berdampak langsung pada operasional sekolah, terutama di wilayah kepulauan Nusa Penida. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sekolah sangat bergantung pada jumlah siswa.
Sujana mencontohkan beberapa SD yang mengalami kekurangan siswa kritis:
- SDN 2 Tanglad (Nusa Penida): 18 siswa
- SDN 2 Sekartaji (Nusa Penida): 23 siswa
- SDN 6 Ped (Nusa Penida): 28 siswa
"Bila terus berlanjut, sekolah tersebut akan kesulitan pembiayaan, bahkan untuk membayar listrik sekalipun," terang Sujana.
Untuk mengatasi persoalan ini, Disdikpora Klungkung berencana melakukan regrouping atau penggabungan sejumlah sekolah kecil pada tahun 2026. "Upaya kami dengan melakukan regrouping. Rencananya tahun 2026, kami akan meregrouping sekolah tersebut," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita