KARANGASEM, radarbali.jawapos.com – Fakultas Teknik dan Perencanaan (FTP) Universitas Warmadewa (UNWAR) kembali membuktikan komitmennya dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, melalui peluncuran tahap kedua program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Adat Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, pada Rabu (3/12/2025).
Menyusul kesuksesan pelaksanaan tahap pertama pada tahun 2024, FTP UNWAR kini memperluas cakupan kontribusinya dengan menerjunkan tim gabungan dosen dan mahasiswa untuk merealisasikan 11 kegiatan strategis.
Program ini dirancang sebagai langkah konkret untuk menjawab tantangan infrastruktur dan digitalisasi di desa yang dikenal sebagai sentra salak tertua di Bali tersebut.
Perwakilan Tim PkM Fakultas Teknik dan Perencanaan UNWAR menegaskan, bahwa program ini mengusung prinsip keberlanjutan (sustainability), bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Kami tidak ingin pengabdian ini hanya bersifat ‘datang, foto, lalu pulang’. Tahun lalu, kami telah meletakkan dasar melalui berbagai kegiatan yang mendukung visi desa.
Tahun ini, kami melangkah ke tahap pengembangan lebih lanjut dengan fokus menyelesaikan permasalahan teknis dan riil yang dihadapi oleh Desa Adat Sibetan,” ujar perwakilan tim saat menyerahkan dokumen hasil rancangan kepada Perbekel Desa Sibetan.
Dalam tahap kedua ini, FTP UNWAR menyerahkan dan mendampingi pelaksanaan 11 proyek krusial yang mencakup aspek teknik sipil, arsitektur, dan informatika, antara lain:
1. Infrastruktur Ekonomi: Pendampingan pelaksanaan pembangunan gedung Pasar Desa.
2. Mitigasi Bencana: Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan proposal Dinding Penahan Tanah (DPT) untuk Setra Desa, Setra Blimbing, dan Sendera Pura Bangkak.
3. Penataan Kawasan Suci: Pengembangan konsep penataan Beji Sangian dan Perancangan Detail Engineering Design (DED) Beji Telaga Tista.
4. Infrastruktur Air Bersih: Perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Beji Dedari.
5. Aksesibilitas Wisata: Peningkatan infrastruktur jalan wisata Jalan Cemara.
6. Sanitasi Lingkungan: Peningkatan sistem drainase di Pura Pejenengan Dadia Teben Dayang.
7. Digitalisasi: Pengembangan website resmi Desa Adat Sibetan sebagai sarana promosi dan informasi desa wisata berbasis digital.
Mewakili Jro Bendesa, Jro Nyarikan Desa Adat Sibetan, Bapak I Made Mastiawan, menyampaikan apresiasi mendalam atas pendampingan yang konsisten dari FTP UNWAR. Menurutnya, hasil kajian akademis ini menjadi modal penting bagi desa dalam mengakses pendanaan pembangunan.
“Hasil desain tahun 2024 telah kami ajukan untuk memperoleh Dana Desa dan Bantuan Provinsi (Banprov).
Tahun ini, dengan tambahan 11 rancangan baru, kami merasa sangat terbantu. Ini adalah bukti nyata kolaborasi kampus dalam mendukung cita-cita kami menjadikan Sibetan sebagai desa wisata agro salak terbaik di Bali,” ungkap I Made Mastiawan.
Dekan Fakultas Teknik dan Perencanaan UNWAR, Prof. Dr. Ir. I Nengah Sinarta, S.T., M.T., menjelaskan bahwa Desa Sibetan diposisikan sebagai pilot project pengabdian berkelanjutan. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas program studi, yakni Teknik Sipil, Arsitektur, dan Teknik Informatika.
“Kami menjadikan Sibetan sebagai living laboratory atau laboratorium hidup. Program ini memberikan dampak positif menyeluruh: masyarakat terbantu dengan perencanaan wilayah yang fundamental, dosen dapat mengamalkan kepakarannya, dan mahasiswa terlatih untuk berpikir kritis serta peduli terhadap kondisi riil di lapangan. Ini menegaskan bahwa FTP UNWAR siap hadir sebagai problem solver bagi masyarakat,” tegas Prof. Sinarta.
Menutup pernyataannya, Prof. Sinarta mengungkapkan target jangka panjang dari kemitraan ini.
“Astungkara, tahun depan kita akan memasuki tahap III. Kami berkomitmen mengawal proses ini hingga seluruh rancangan yang telah dibuat dapat terbangun secara fisik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Rosihan Anwar