Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Undiksha Kembangkan Wisata Muck Dive Berbasis Ekonomi Biru di Desa Pacung

Rosihan Anwar • Minggu, 14 Desember 2025 | 21:17 WIB
Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mengembangkan wisata muck dive berbasis ekonomi biru di Desa Pacung, Tejakula, Buleleng.
Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mengembangkan wisata muck dive berbasis ekonomi biru di Desa Pacung, Tejakula, Buleleng.

BULELENG, radarbali.jawapos.com – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mengembangkan wisata muck dive berbasis ekonomi biru di Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Undiksha sebagai kampus berdampak dalam mendorong penguatan ekowisata pesisir dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. 

Program Pengembangan Wisata Muck Dive Berbasis Ekonomi Biru ini didanai melalui skema pemberdayaan masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025.

Pelaksanaannya melibatkan kolaborasi antara Undiksha dan POKMASWAS Kertha Winangun Desa Pacung. 

Ketua Tim Pelaksana, I Nyoman Dodik Prasetia, mengatakan bahwa pengembangan wisata muck dive dirancang untuk menciptakan dampak ekonomi sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut. 

“Undiksha tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi, tetapi juga memastikan masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengelolaan wisata selam yang berkelanjutan,” ujar Dodik Prasetia.

Melalui program ini, Undiksha menghadirkan Marine Habitat Modules (MHM), struktur buatan ramah lingkungan yang berfungsi memulihkan habitat biota makro sekaligus menciptakan spot selam baru.

Wisata muck dive dikenal memiliki daya tarik tinggi bagi penyelam profesional dan fotografer bawah laut karena menjadi habitat berbagai biota laut langka. 

Dodik Prasetia menambahkan, pasar wisata muck dive secara global memiliki nilai ekonomi yang besar dan menjadi peluang strategis bagi desa pesisir dengan karakter ekologis unik. 

“Dengan pengelolaan berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat, wisata muck dive dapat menjadi sumber ekonomi baru tanpa merusak lingkungan,” katanya.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas, anggota POKMASWAS Kertha Winangun mengikuti pelatihan pemanduan wisata selam dan pengelolaan destinasi pada Juli hingga November 2025.

Peserta pelatihan kini siap menjadi pemandu wisata lokal, membuka peluang kerja baru bagi masyarakat desa. 

Program ini selaras dengan SDG 14 (Life Below Water) dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), serta mendukung visi Asta Cita dalam pemerataan pembangunan desa dan transformasi ekonomi hijau-biru. 

Dengan sinergi akademisi, pemerintah, dan masyarakat, Desa Pacung diproyeksikan berkembang sebagai destinasi unggulan wisata muck dive di Bali. (dwa)

Editor : Rosihan Anwar
#PKM #Undiksha Buleleng