Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dosen Undiksha Lestarikan Wayang Kamasan Lewat AR

Rosihan Anwar • Minggu, 14 Desember 2025 | 21:23 WIB
Akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mendukung pelestarian seni lukis wayang Kamasan.
Akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mendukung pelestarian seni lukis wayang Kamasan.

KLUNGKUNG, radarbali.jawapos.com – Akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali mengambil langkah nyata dalam mendukung pelestarian seni lukis wayang Kamasan, warisan budaya yang telah berkembang sejak abad ke-14, tetap hidup di tengah tantangan regenerasi pelukis. 

Seni lukis Kamasan bukan sekadar hiasan, melainkan cerminan filosofi hidup dan nilai sosial masyarakat Bali, seperti terlihat pada langit-langit Kertha Gosa di Semarapura.

Namun, keberlanjutan seni ini menghadapi ancaman karena banyak maestro memasuki usia lanjut, sementara keterlibatan generasi muda masih terbatas. 

Menjawab kondisi tersebut, tim akademisi Undiksha melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025.

Diketuai, Made Susi Lissia Andayani bersama dosen Ida Bagus Nyoman Pascima dan I Gusti Lanang Agung Raditya Putra, serta mahasiswa, program ini berkolaborasi dengan Rumah BUMN Klungkung, Pemerintah Desa Kamasan, dan sanggar lokal seperti Wasundari dan Sinar Pande. 

Program pengabdian ini menekankan tiga aspek utama. Pada pelestarian, digelar lomba mewarnai dan melukis sketsa wayang Kamasan untuk mendorong partisipasi anak-anak.

Pada pemasaran, dosen dan mahasiswa memberikan pelatihan branding, fotografi produk, serta pengelolaan media sosial.

Sementara pada teknologi, dikembangkan Augmented Reality Portal (AR Portal), galeri virtual yang dapat diakses melalui QR Code pada lukisan atau produk turunan seperti handbag dan udeng.

Portal ini menampilkan cerita rakyat, profil maestro, dan koleksi karya Kamasan, sehingga pengunjung dapat merasakan pengalaman layaknya berada di galeri nyata. 

Ketua tim, Made Susi Lissia Andayani, menyampaikan seni lukis wayang Kamasan adalah identitas bangsa.

"Melalui lomba, pelatihan branding, dan AR Portal, diharapkan dapat membuka ruang bagi generasi muda dan masyarakat luas untuk mengapresiasi serta menjaga keberlanjutan seni ini," katanya. 

Program ini didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Inisiatif dosen Undiksha ini menjadi contoh nyata bagaimana akademisi dapat berperan aktif melestarikan budaya sambil menghadirkan inovasi teknologi. (day)

Editor : Rosihan Anwar
#PKM #Undiksha Buleleng