Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Anggota DPR Sebut Generasi Muda Rentan Terjebak Pusaran Hoaks, Perlu Aktif Literasi Digital

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 19 Desember 2025 | 11:52 WIB

 

LITERASI DIGITAL: Anggota Komisi VI DPR RI, IGN Kesuma Kelakan diskusi dengan anak-anak muda di Desa Bebalang, Kabupaten Bangli Minggu (14/12/2025)
LITERASI DIGITAL: Anggota Komisi VI DPR RI, IGN Kesuma Kelakan diskusi dengan anak-anak muda di Desa Bebalang, Kabupaten Bangli Minggu (14/12/2025)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Teknologi digital telah sampai ke pelosok desa. Pentingnya literasi digital supaya tak jadi bumerang dalam persatuan bangsa. Anggota Komisi VI DPR RI, IGN Kesuma Kelakan menjelaskan, upaya membentengi generasi muda dari paparan informasi negatif di dunia maya, maka terlaksananya kegiatan Sosialisasi Literasi Digital di Desa Bebalang, Kabupaten Bangli Minggu (14/12/2025) lalu.

Ia menyoroti pentingnya kebijaksanaan dalam bermedia sosial di tengah maraknya berita bohong (hoax).

 Pria yang akrab disapa Alit Kelakan, menjelaskan transformasi digital adalah tantangan sekaligus peluang. Menurutnya, tanpa literasi yang kuat, media sosial justru bisa menjadi boomerang bagi persatuan bangsa.

"Jika tidak dibekali dengan kemampuan Memfilter berita, kaum muda kita sangat rentan terjebak dalam pusaran hoax yang sengaja dirancang untuk memecah belah. Kita harus menjadi pengguna yang cerdas, bukan sekadar penonton,” ujar IGN Kesuma Kelakan di hadapan ratusan pemuda dan tokoh masyarakat Desa Bebalang.

Alit Kelakan menyinggung algoritma yang mengarahkan pengguna media sosial karena dari apa yang dipikirkan dan lakukan. Sehingga rentan mengambil informasi dari satu sumber.

"Karena saya jelaskan algoritma medsos itu kemana mita berpikir kemana kita sering buka ke situ diarahkan. Oleh karena itu saya minta cari keseimbangan," imbuhnya.

Hadir juga Anggota DPRD Kabupaten Bangli, I Gusti Nyoman Bagus Triyana Putra, yang juga menjadi narasumber, menyoroti peran strategis pemuda di tingkat desa sebagai garda terdepan penangkal disinformasi.

“Pemuda di Desa Bebalang harus menjadi motor penggerak literasi digital di lingkungannya masing-masing. Sebelum membagikan (share) sebuah informasi, pastikan sumbernya valid. Jangan biarkan jempol kita bergerak lebih cepat daripada logika kita,” tegas tokoh muda yang akrab disapa Gusti Triyana ini.

 Baca Juga: Tanpa Agunan, Ketua LPD Yangbatu Salurkan Kredit Pada Istri dan Diri Sendiri

Kegiatan ini menggarisbawahi beberapa poin penting bagi masyarakat, di antaranya etika bermedia sosial, verifikasi informasi dan dampak hukum yang terkena jika akan membagikan sesuatu atau mendapat berita dari media sosial yang sekarang marak terjadi.

 Sosialisasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang sehat, produktif, dan aman di Kabupaten Bangli, khususnya bagi generasi milenial dan Gen Z yang menjadi pengguna aktif internet.***

Editor : M.Ridwan
#hoaks #anak muda #literasi digital #berita bohong #teknologi digital