Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Asyiknya Belajar Jadi “Pahlawan Bumi” di GWK: Seru Mengurus Maggot hingga Musik Tradisional

Marsellus Pampur • Minggu, 1 Februari 2026 | 03:20 WIB
BERMAIN ANGKLUNG : Anak-anak belajar bermain angklung . (ist)
BERMAIN ANGKLUNG : Anak-anak belajar bermain angklung . (ist)

 

JIMBARAN , Radar Bali.id – Suasana ceria menyelimuti wajah ratusan siswa TK saat mereka belajar menjadi 'pahlawan bumi' di GWK Cultural Park, Jimbaran Minggu (1/2/2026). Lewat program "Green Movement", anak-anak ini diajak menyelami dunia lingkungan hidup dengan cara yang tidak membosankan.

Baca Juga: Edukasi Warga Desa, Manggot Jadi Alternatif Pakan Ikan Lele dan Ayam

Bersama Maggie Farm, anak-anak nampak antusias melihat bagaimana sampah organik bisa diolah secara aplikatif menggunakan maggot.

Baca Juga: Dinilai Keren Mengolah Limbah, Menteri Lingkungan Hidup Minta Budidaya Maggot di TPS3R Gianyar Jadi Contoh 

Di sisi lain, mereka dibuat takjub oleh demo dari komunitas Get Plastik yang menyulap limbah plastik menjadi bahan bakar.

Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch. Rossie Andriani, menekankan pentingnya ekosistem kolaboratif ini. "Kami ingin menyambut komunitas mana pun yang ingin berbagi nilai positif. Hari ini tentang lingkungan dan musik tradisional, ke depan bisa lebih luas lagi," ungkapnya.

Acara yang merupakan bagian dari My Melali Community ini ditutup dengan pengenalan instrumen musik tradisional, memberikan pengalaman edukasi yang lengkap antara kesadaran ekologi dan pelestarian budaya.[*]

Editor : Hari Puspita
#maggot #pengelolaan limbah #cinta lingkungan #sampah plastik