Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bupati Ngada Dorong Mahasiswa di Bali Magang ke Luar Negeri, Ini Targetnya

Marsellus Nabunome Pampur • Kamis, 5 Februari 2026 | 03:35 WIB
MEMOTIVASI ANAK MUDA : Bupati Kabupaten Ngada, Raymundus Bena. (Foto Marsellus Pampur)
MEMOTIVASI ANAK MUDA : Bupati Kabupaten Ngada, Raymundus Bena. (Foto Marsellus Pampur)

DENPASAR, Radar Bali.id – Pemerintah Kabupaten Ngada, Flores, NTT, berkomitmen penuh dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerahnya.

Bupati Ngada, Raymundus Bena, mendorong putra-putri daerah yang tengah menempuh studi di Bali untuk berani mengambil peluang magang kerja ke luar negeri.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Raymundus saat melepas 15 mahasiswa ITB STIKOM Bali asal Ngada yang akan berangkat magang ke Jepang di Kampus ITB STIKOM Bali, Denpasar, Rabu (4/2/2026).

“Program ini adalah bagian dari strategi pemberantasan kemiskinan dan peningkatan kapasitas intelektual. Dengan merantau ke luar negeri, mereka akan pulang dengan kepercayaan diri dan pengalaman yang berbeda. Apalagi, sebagian besar adik-adik kita ini berasal dari keluarga kurang mampu,” ujar Raymundus di sela kegiatan.

Terkait biaya keberangkatan, Pemkab Ngada tengah merancang skema pembiayaan yang meringankan melalui kerja sama dengan bank lokal dan pemberian subsidi khusus.

Namun, ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung mental dan semangat mahasiswa.

“Orang tua tidak boleh lepas tangan. Dukungan moral dari rumah sangat penting agar anak-anak merasa memiliki sandaran saat berjuang di negeri orang,” tambahnya.

Di sisi lain, Rektor ITB STIKOM Bali, Dadang Hermawan, menjelaskan bahwa selama di Jepang, para mahasiswa tetap menjalankan perkuliahan secara daring.

Program yang sudah berjalan selama 7 tahun ini telah memberangkatkan ratusan mahasiswa ke Jepang, Taiwan, hingga Eropa.

“Selain gelar akademik, mereka mendapatkan jaringan internasional dan penguasaan bahasa asing yang mumpuni. Karakter dan produktivitas mereka pasti berubah setelah pulang. Di Jepang, mereka akan mengisi sektor konstruksi, pertanian, hingga pengolahan makanan,” jelas Dadang.[*]

Editor : Hari Puspita
#Ngada NTT #pmi #tenaga kerja muda #pekerja migran #magang kerja