Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bali Segera Bangun Widyalaya Negeri, Menag Nasaruddin Umar: Ini Gerakan Pendidikan Cerdas dan Berkarakter

Tim Redaksi • Sabtu, 14 Februari 2026 | 07:33 WIB
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar didampingi akanwil Kemenag Provinsi Bali I Gusti Made Sunarta saat menerima hibah lahan untuk gedung Widnyala Negeri dari Wabup Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar didampingi akanwil Kemenag Provinsi Bali I Gusti Made Sunarta saat menerima hibah lahan untuk gedung Widnyala Negeri dari Wabup Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Eksistensi Widyalaya kian kokoh sejak terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Widyalaya. Dalam dua tahun terakhir.

Regulasi tersebut menjadi tonggak penting penguatan pendidikan Hindu di Indonesia. Hingga kini, tercatat 146 Widyalaya telah berdiri di berbagai daerah.

Penguatan itu semakin nyata dengan dukungan Pemerintah Daerah Bali berupa hibah tanah seluas 3.200 m² dan gedung di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.

Lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan Widyalaya–Pasraman Terintegrasi pada jenjang Adi Widyalaya dan Madyama Widyalaya Negeri 1 Jembrana.

Penyerahan tersebut secara simbolis diterima oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dari perwakilan Pemerintah Kabupaten Jembrana sebagai wujud komitmen dan sinergi dalam mendukung penguatan pendidikan keagamaan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Menurutnya, hibah ini bukan sekadar penambahan aset, melainkan penguatan nyata terhadap masa depan pendidikan Hindu yang berkarakter.

“Ini adalah lompatan besar yang menunjukkan komitmen umat Hindu dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter,” tegasnya.

Menag menekankan bahwa Widyalaya hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan akhlak dan spiritualitas. Di tengah tantangan krisis moral dan degradasi nilai, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang cerdas sekaligus beradab.

“Apa artinya semakin pintar jika kehilangan akhlak dan kesantunan? Pendidikan harus melahirkan kecerdasan yang berjalan seiring dengan karakter,” ujarnya.

Momentum ini juga ditandai dengan penyerahan pinjam pakai kendaraan dinas dari Bupati Gianyar untuk mendukung operasional layanan pendidikan keagamaan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha, turut menyerahkan Proposal Pendirian Widyalaya Terintegrasi Negeri di Kabupaten Gianyar dan Jembrana kepada Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, I Nengah Duija, sebagai langkah strategis memperluas akses pendidikan Hindu yang berkualitas.

Pada kesempatan yang sama, Menag juga menandatangani Prasasti SBSN Madrasah sebagai simbol komitmen pembangunan infrastruktur pendidikan yang representatif dan berkelanjutan.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu I Nengah Duija menegaskan bahwa Widyalaya bukan hanya ruang transfer ilmu, tetapi pusat pembentukan karakter berbasis nilai Dharma, budaya, dan tanggung jawab kebangsaan.

Dukungan regulasi yang kuat dan sinergi pemerintah pusat serta daerah, Widyalaya diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi Hindu yang cerdas, berkarakter, dan berakar pada nilai-nilai luhur keagamaan.***

Editor : M.Ridwan
#Menteri Agama Nasaruddin Umar #Widyalaya #Kanwil kemenag bali #menag