Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Semarak Pelestarian Budaya dalam Lomba Bulan Bahasa Bali di SMA Negeri 2 Denpasar

Admin Radar Bali • Rabu, 25 Februari 2026 | 09:27 WIB

Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperdalam pemahaman terhadap bahasa, aksara, dan sastra Bali.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperdalam pemahaman terhadap bahasa, aksara, dan sastra Bali.

 

Oleh: Kadek Novi Sriasih, S.Pd

(Waka Humas SMA Negeri 2 Denpasar)

DALAM rangka memperingati Bulan Bahasa Bali VIII, SMA Negeri 2 Denpasar menyelenggarakan Lomba Bulan Bahasa Bali pada 9–11 Februari 2026.

Kegiatan ini mengusung tema “Atma Kerthi: Udiana Purnaning Jiwa” sebagaimana ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Bali sebagai tema resmi Bulan Bahasa Bali tahun ini.

Selama tiga hari pelaksanaan, suasana sekolah dipenuhi nuansa tradisi dan semangat pelestarian budaya dalam berbagai cabang lomba, yakni Wimbakara Dharma Widada, Kekawin, Puisi Basa Bali, Lagu Pop Bali, serta Nyurat Aksara Bali.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperdalam pemahaman terhadap bahasa, aksara, dan sastra Bali.

Kepala SMA Negeri 2 Denpasar dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bulan Bahasa Bali bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum refleksi untuk menumbuhkan kecintaan terhadap warisan leluhur.

“Tema Atma Kerthi: Udiana Purnaning Jiwa mengandung makna penyucian dan pemuliaan jiwa melalui bahasa dan budaya. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk menghayati nilai-nilai adiluhung yang terkandung dalam bahasa Bali,” ujarnya.

Lomba Wimbakara Dharma Widada menguji kemampuan siswa dalam menyampaikan pesan-pesan moral dan kearifan lokal secara komunikatif.

Sementara itu, lomba Kekawin dan Puisi Basa Bali menampilkan keindahan sastra tradisional dan modern yang sarat makna filosofis.

Tidak kalah menarik, lomba Lagu Pop Bali menghadirkan kreativitas generasi muda dalam mengemas bahasa daerah melalui irama kekinian tanpa meninggalkan identitas budaya.

Adapun lomba Nyurat Aksara Bali menjadi ajang pelestarian aksara tradisional yang kini semakin jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme peserta terlihat dari persiapan yang matang, mulai dari busana adat yang dikenakan hingga penghayatan saat tampil di atas panggung.

Para guru dan juri memberikan apresiasi atas kualitas penampilan peserta yang dinilai semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Pelaksanaan Lomba Bulan Bahasa Bali ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa ibu serta memperkuat karakter generasi muda Bali di tengah arus globalisasi.

Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 2 Denpasar menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pelestarian budaya dan pembentukan karakter berbasis kearifan lokal.

Dengan semangat Atma Kerthi: Udiana Purnaning Jiwa, peringatan Bulan Bahasa Bali VIII di SMA Negeri 2 Denpasar menjadi bukti nyata bahwa bahasa dan budaya Bali tetap hidup, berkembang, dan bersemi di hati generasi penerus bangsa. (kal)

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
#sman 2 denpasar #Bulan Bahasa Bali