Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

128 Pelajar Se-Bali Ikuti Pelatihan dan Kompetisi Jurnalistik JPRB 2026, Tangkal Hoax dan Tonjolkan Kode Etik

Ni Kadek Novi Febriani • Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:08 WIB

PELATIHAN: M. Ridwan (kiri) menyampaikan materi hard news kepada peserta pelatihan dan kompetisi jurnalistik Jawa Pos Radar Bali, Sabtu (7/3/2026).
PELATIHAN: M. Ridwan (kiri) menyampaikan materi hard news kepada peserta pelatihan dan kompetisi jurnalistik Jawa Pos Radar Bali, Sabtu (7/3/2026).

​DENPASAR, radarbali.id – Jawa Pos Radar Bali konsisten memberikan edukasi literasi di tengah gempuran modernisasi guna mengantisipasi berita bohong (hoax). Upaya ini diwujudkan melalui Kompetisi Jawa Pos Radar Bali (JPRB) Jurnalistik Pelajar SMA/Sederajat 2026 bertema "Menjaga Kelestarian Lingkungan Bali" yang digelar di Lantai 4 Gedung Astra Motor Bali, Sabtu (7/3/2026).
​Ada dua kategori yang dilombakan, yakni hard news dan feature. Ketentuannya, naskah hard news maksimal 500 kata, sementara feature maksimal 700 kata. Para peserta memperebutkan hadiah uang tunai jutaan rupiah, piagam, serta trofi.
​Antusiasme siswa sangat tinggi, terbukti dengan hadirnya 128 peserta yang datang dari hampir seluruh penjuru Bali, mulai dari ujung utara hingga barat. Mereka tidak hanya diajarkan cara membuat berita dengan rumus 5W+1H, tetapi juga mendalami etika dan aturan dalam kerja jurnalistik.
​Acara ini dihadiri oleh Karo Humas Pemerintah Provinsi Bali, Ida Bagus Surja Manuaba, yang mewakili Gubernur Bali; Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, AA. Gede Wiratama; serta perwakilan dari pendukung utama dari Astra Bali dihadiri
Agung Sri Mayuni selaku Corporate Communication Astra Motor Bali.

​Wakil Direktur Jawa Pos Radar Bali, Ibnu Yunianto menyatakan, tema yang diangkat mengenai supaya generasi penerus lebih peduli pada alam dan budaya Bali. Menurutnya, berbagai bencana belakangan ini harus menjadi peringatan (wake-up call).
"Kami berharap ini menjadi wake-up call agar kondisi tidak semakin memburuk. Tahun ini harus menjadi momentum bagi kita untuk mengembangkan lingkungan Bali menjadi lebih baik lagi," ujar Ibnu dalam sambutannya.

​Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Bali, Djoko Heru, menjelaskan, kompetisi ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya. Ajang ini bertujuan mencari bakat jurnalis muda dan meningkatkan minat menulis pelajar. Sebelum berlomba, peserta dibekali pelatihan jurnalistik intensif.
​"Persoalan krusial sejak banjir bandang 9 September 2025 lalu adalah lingkungan. Dengan tema ini, diharapkan muncul tulisan yang bisa menjadi solusi bagi para stakeholder dalam mengambil keputusan untuk mengatasi masalah lingkungan," jelas Djoko Heru.
​Djoko juga menekankan pentingnya literasi untuk membentengi generasi muda dari paparan hoax. "Media sosial sangat rentan terhadap berita bohong. Melalui literasi ini, mereka paham bahwa media mainstream tidak mungkin memproduksi berita hoax karena terikat kode etik," tandasnya. 

Editor : Ida Bagus Indra Prasetia
#Pelajar SMA #pendidikan #jawa pos #jurnalistik