Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Eksodus Guru TK ke SD Picu Krisis Tenaga Pendidik di Tabanan, Ini Datanya

Juliadi Radar Bali • Rabu, 1 April 2026 | 09:53 WIB
ilustrasi suasana belajar mengajar di Sekolah Dasar. (gambar digital gemini)
ilustrasi suasana belajar mengajar di Sekolah Dasar. (gambar digital gemini)

TABANAN, Radar Bali.id – Masalah klasik kekurangan tenaga pendidik masih menghantui dunia pendidikan di Kabupaten Tabanan.

Dinas Pendidikan setempat mencatat masih ada lubang besar sebanyak 837 formasi guru yang belum terisi untuk mengajar di level TK, SD, hingga SMP.

Baca Juga: Kelebihan Ruang kelas, Kekurangan Guru, Jadi Alasan Utama di Klungkung , akhirnya Delapan Sekolah di Nusa Penida Digabung

Hal itu dibeberkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tabanan, I Gusti Putu Darma Utama, di hadapan jajaran Komisi IV DPRD Tabanan saat membahas LKPJ Bupati Tabanan tahun 2025 pada Selasa (31/3/2026) kemarin.

Menurut Darma Utama, saat ini Tabanan diperkuat oleh 3.131 guru yang mengajar di 38 SMP, 286 SD, dan 11 TK. Padahal, angka ideal untuk memenuhi seluruh kompetensi mata pelajaran di Tabanan menyentuh angka 3.935 orang guru.

Baca Juga: Tiga Orang Guru Mengundurkan Diri dari Sekolah Rakyat di Tabanan, Kini Masih Kekurangan Tenaga Pendidik

Dari sekian banyak kekosongan, krisis yang paling memekik terjadi di tingkat Taman Kanak-kanak (TK). Darma Utama menyebutkan bahwa daerahnya sudah tidak melakukan pengangkatan guru TK selama 15 tahun terakhir.

Kondisi ini kian runyam akibat adanya "eksodus" atau perpindahan formasi besar-besaran. Banyak guru TK, khususnya yang mengajar di TK swasta pedesaan, memilih peruntungan melamar formasi guru kelas SD dalam seleksi PPPK karena peluangnya dinilai lebih besar.

"Maka tidak heran banyak dari guru-guru TK yang sudah lolos menjadi PPPK akhirnya menempati tugas sebagai guru kelas SD. Ini yang membuat posisi guru TK makin kosong," keluh Darma Utama.

Mengenai peta sebaran guru, wilayah Penebel dan Baturiti disebut-sebut masih menjadi daerah yang sebaran gurunya belum merata jika dibandingkan dengan kecamatan perkotaan seperti Kediri, Marga, dan Tabanan.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana, meminta pemerintah daerah untuk tidak tinggal diam dan terus mendorong pembukaan formasi PPPK bagi para guru yang datanya sudah terkunci di sistem Dapodik.

"Apakah nanti menggunakan skema PPPK paruh waktu atau reguler, ini akan jadi kajian intensif kami bersama eksekutif agar mutu pendidikan di Tabanan tidak pincang karena kurang guru," pungkas Wastana. [*]

Editor : Hari Puspita
#taman kanak-kanak #disdik tabanan #sekolah dasar #pendidikan #kekurangan guru