AMLAPURA, Radar Bali.id– Masalah klasik krisis tenaga pendidik yang masih terus membayangi Kabupaten Karangasem mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
Untuk menyiasati kekurangan sekitar 1.000 guru yang tersebar di seluruh kecamatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI menawarkan solusi jangka pendek berupa kebijakan redistribusi guru.
Baca Juga: Eksodus Guru TK ke SD Picu Krisis Tenaga Pendidik di Tabanan, Ini Datanya
Langkah taktis ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq, saat melakukan kunjungan kerja ke Karangasem pada Rabu (1/4/2026). Menurutnya, penataan ulang distribusi guru menjadi opsi paling realistis sembari menunggu proses rekrutmen CPNS yang memakan waktu.
"Redistribusi ini dilakukan dengan memindahkan guru dari sekolah yang kelebihan tenaga pengajar ke sekolah yang masih kekurangan. Kami optimalkan guru ASN (PNS dan PPPK) yang sudah ada. Ini solusi cepat tanpa harus menunggu rekrutmen baru," terang Fajar Riza Ul Haq.
Hanya saja, ia menegaskan kebijakan geser posisi ini memiliki batasan wilayah yang ketat. Yakni hanya berlaku dalam lingkup satu kabupaten atau kota saja, dan dilarang keras dilakukan lintas daerah.
Menyambut hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana, membenarkan bahwa Karangasem memang tengah dihantui krisis guru. Ia menilai sistem redistribusi ini adalah strategi jangka menengah yang sangat solutif demi pemerataan kualitas pendidikan.
"Kenyataan di lapangan, ada sekolah yang kelebihan guru mata pelajaran tertentu, sementara di sekolah lain justru kosong melompong. Melalui skema ini, nanti penempatan guru akan kami buat merata agar tidak ada ketimpangan kualitas antarsekolah," tandas Budiadnyana.[*]
Editor : Hari Puspita