Tuntaskan Double Shift Sekolah Siang, SMPN 6 Kintamani Siap Tambah Ruang Kelas Baru

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Jumat, 10 April 2026 | 06:04 WIB
Ilustrasi suasana belajar mengajar SMP. (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi suasana belajar mengajar SMP. (gambar digital gemini/radar bali)

BANGLI, Radar Bali.id – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli menargetkan penghapusan sistem sekolah siang atau double shift sebelum tahun 2029.

Saat ini, fokus utama tertuju pada SMP Negeri 6 Kintamani yang menjadi satu-satunya sekolah menengah di Bangli yang masih menerapkan sistem tersebut.

Baca Juga: Ruang Kelas Minim, Sekolah di Karangasem Terpaksa Tabrak  Aturan Larangan Double Shift

Kepala SMPN 6 Kintamani, I Wayan Mustapayasa, menjelaskan bahwa lonjakan siswa terjadi sejak tahun 2022. Hal ini dipicu oleh kemudahan transportasi bus Damri yang melintasi Desa Bayung Gede, sehingga banyak siswa dari Desa Terunyan, Abang, dan Kedisan memilih bersekolah di sana.

Baca Juga: Efektif PTM, Ini Mekanisme Belajar Double Shift di SMPN 1 Gianyar

"Kami memiliki 27 rombongan belajar namun hanya tersedia 18 ruang kelas. Akibatnya, siswa kelas VII terpaksa masuk siang," ungkap Mustapayasa.

Menyikapi hal tersebut, Kasi Kurikulum Disdikpora Bangli, I Nyoman Darmawan, menyatakan pihaknya tengah memproses pengajuan pembangunan ruang kelas baru. Rencananya, penambahan 2 hingga 5 ruangan akan mulai dikerjakan pada tahun 2026 ini secara bertahap guna memastikan seluruh siswa dapat belajar di pagi hari tanpa harus membatasi kuota penerimaan peserta didik baru.[*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
Disdikpora Bangli double shft Kintamani Bangli smp sekolah siang