Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

42 Kursi Kepala Sekolah di Karangasem Masih Lowong, Krisis Guru Kelas Membayangi

Zulfika Rahman • Selasa, 21 April 2026 | 06:29 WIB
ilustrasi sekolah sepi. (gambar digital gemini/radar bali)
ilustrasi sekolah sepi. (gambar digital gemini/radar bali)

AMLAPURA, Radar Bali.id – Gelombang mutasi besar-besaran baru saja menyapu lingkungan Pemerintah Kabupaten Karangasem.

Sebanyak 152 Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi berpindah tugas, yakni sektor pendidikan menjadi yang paling dominan dengan perpindahan 106 tenaga guru. Sisanya mencakup staf teknis dan tenaga kesehatan.

Baca Juga: Serahkan SK 25 Kepala Sekolah di Badung, Bupati Adi Arnawa Tekankan Integritas dan Peningkatan Mutu Pendidikan  

Namun, di balik pergeseran kursi tersebut, sektor pendidikan di Bumi Lahar rupanya masih menyimpan "pekerjaan rumah" yang cukup berat.

Sebanyak 42 posisi kepala sekolah untuk tingkat SD dan SMP hingga kini masih kosong tanpa pejabat definitif.

Proses Panjang Menuju Definitif

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana, mengungkapkan bahwa saat ini proses pengisian jabatan tersebut sedang dipacu. Sebanyak 86 peserta telah dinyatakan lulus dalam tahap ujian bakal calon kepala sekolah (bacakap).

Meski demikian, jalan bagi para calon pemimpin sekolah ini masih cukup panjang karena harus melewati beberapa sistem birokrasi digital pusat.

"Tahapannya berlanjut melalui aplikasi Kementerian Pendidikan, kemudian ke aplikasi IMUT milik Kementerian PAN-RB hingga tahap final. Sementara ini, posisi yang kosong masih diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt)," terang Budiadnyana saat dikonfirmasi, Senin (19/4/2026).

Ancaman Krisis Guru Kelas

Selain persoalan kursi kepala sekolah, Budiadnyana juga tidak menampik adanya tantangan lain yang lebih mendasar: krisis guru kelas. Masalah ini menjadi kronis karena setiap tahun jumlah guru yang memasuki masa purna tugas atau pensiun terus bertambah, sementara rekrutmen tidak selalu sebanding dengan jumlah kehilangan tersebut.

Pihaknya berharap, seluruh jabatan kepala sekolah yang kosong bisa segera terisi dalam waktu dekat dengan tetap menjaga integritas aturan yang berlaku.

Langkah ini dinilai krusial agar manajemen sekolah tetap stabil di tengah tantangan kekurangan tenaga pengajar yang masih membayangi Karangasem.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#sekolah #pendidikan #kepala sekolah #karangasem #asn