Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kontras dengan Mewahnya Fasilitas Publik, Dua Gedung SD di Kerambitan Rusak Parah Hingga Atap Ambruk

Juliadi Radar Bali • Senin, 4 Mei 2026 | 04:28 WIB
MIRIS : Bangunan SDN 2 Sembung Gede, Kerambitan, Tabanan, yang kondisi bangunan ruang kelasnya  rusak. (juliadi/radar bali)
MIRIS : Bangunan SDN 2 Sembung Gede, Kerambitan, Tabanan, yang kondisi bangunan ruang kelasnya  rusak. (juliadi/radar bali)

TABANAN, Radar Bali.id – Di balik megahnya gapura pintu masuk Kabupaten Tabanan dan cantiknya fasilitas publik di pusat kota, kondisi memprihatinkan justru terlihat pada sarana pendidikan.

Ini terlihat di Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan. SDN 2 dan SDN 3 Sembung Gede dilaporkan dalam kondisi rusak berat, bahkan beberapa ruang kelas kini rata dengan tanah.

Baca Juga: Akhirnya Memakai Dana Pusat, di Tabanan 62 Gedung Sekolah Rusak Segera Direhabilitasi Tahun Ini

Di SDN 3 Sembung Gede, bangunan kelas 4, 5, 6, serta ruang UKS ambruk total pada Kamis (30/4/2026).

Beruntung, pihak sekolah sudah mengosongkan ruangan tersebut sejak dua tahun lalu karena tanda-tanda kerusakan mulai merembet. 

Baca Juga: Kondisi Anggaran Serba Efisiensi, Pemkab Jembrana Tetap Prioritaskan Perbaikan Gedung Sekolah Rusak

"Bangunan roboh sesaat setelah benar-benar dikosongkan. Saat ini, siswa terpaksa belajar di Wantilan Banjar Dinas Mandung dengan sistem tukar ruang kelas," jelas Kepala SDN 3, Pande Komang Juni Arsana.

Kondisi serupa terjadi di SDN 2 Sembung Gede di Banjar Batuaji Kawan, di mana empat ruang belajar sudah tidak layak pakai karena atap yang jebol.

Menanggapi hal ini, Kabid SD Dinas Pendidikan Tabanan, I Made Sukanitra, menjelaskan bahwa perbaikan SDN 3 Sembung Gede sebenarnya sudah masuk dalam usulan revitalisasi sekolah tahun 2026 melalui anggaran pusat (APBN). Namun, kepastian turunnya dana tersebut masih menunggu verifikasi pusat yang biasanya diumumkan pada Mei atau Juni.

"Jika anggaran pusat tidak turun, kami akan berkoordinasi dengan tim anggaran daerah untuk mencari solusi," kata Sukanitra. Sementara itu, untuk SDN 2 Sembung Gede, rencananya tidak akan diperbaiki karena sekolah tersebut akan segera menjalani proses regrouping atau penggabungan pada Juli mendatang.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#anggaran pusat #tabanan #rehab gedung #pendidikan #gedung sekolah