TABANAN, Radar Bali.id – Pasca-insiden ambruknya ruang kelas 4, 5, dan 6 pada Kamis (30/4/2026) lalu, SDN 3 Sembung Gede di Kecamatan Kerambitan mengambil kebijakan darurat.
Demi keselamatan, siswa kelas rendah (kelas 1, 2, dan 3) kini dialihkan untuk mengikuti proses belajar secara daring (online) mulai Senin (4/5/2026).
Kepala SDN 3 Sembung Gede, Pande Komang Juni Arsana, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melakukan rembuk dengan orang tua siswa, komite, dan Dinas Pendidikan Tabanan.
Baca Juga: Akhirnya Memakai Dana Pusat, di Tabanan 62 Gedung Sekolah Rusak Segera Direhabilitasi Tahun Ini
Sebelumnya, sempat muncul wacana menggunakan wantilan atau balai banjar setempat sebagai ruang kelas darurat.
"Namun kami pertimbangkan lagi. Lokasi wantilan berada tepat di pinggir Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk yang sangat padat. Risikonya terlalu tinggi bagi keamanan siswa, dan pengawasan guru akan terpecah jika lokasi belajar terpisah jauh," ungkap Juni Arsana.
Saat ini, siswa kelas 4, 5, dan 6 tetap belajar di sekolah secara tatap muka dengan menempati ruang kelas 1, 2, dan 3 yang kondisinya masih utuh. Terkait material reruntuhan, pihak BPBD Tabanan dijadwalkan akan mulai melakukan pembersihan pada Rabu (6/5/2026) mendatang.
Sementara itu, Kabid Pendidikan SD Dinas Pendidikan Tabanan, I Made Sukanitra, menekankan bahwa sistem daring ini hanya bersifat sementara hingga gedung sekolah diperbaiki.
Ia juga memberikan klarifikasi terkait SDN 2 Sembung Gede yang bangunannya juga dilaporkan roboh.
"Untuk SDN 2 Sembung Gede, gedung itu memang sudah tidak digunakan karena sekolah tersebut sudah dalam proses regrouping ke SDN 1 Sembung Gede akibat kekurangan siswa. Jadi, aktivitas belajar mengajar mereka sudah aman di sekolah induk," jelas Sukanitra.[*]
Editor : Hari Puspita