Konsul Australia untuk Diplomasi Publik, Lachlan Norton, secara resmi membuka lokakarya bertajuk, "Transformasi Digital Berbasis AI" yang mempertemukan para awak media dari Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Membacakan sambutan Konsul-Jenderal Australia di Bali, Jo Stevens, Lachlan Norton menekankan bahwa penguasaan terhadap Generative Artificial Intelligence (AI) bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi integritas informasi.
“Sektor media yang bebas dan dinamis adalah pilar penguat demokrasi sekaligus benteng utama melawan hoaks. Sangat krusial bagi praktisi media untuk memahami kemampuan alat AI dan, yang terpenting, bagaimana berinteraksi dengannya secara etis,” tegas Norton.
Dukungan ini merupakan bukti nyata komitmen Australia dalam mendorong ekosistem media yang profesional dan berkelanjutan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kawasan regional.
Diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar dengan dukungan penuh dari Konsulat-Jenderal Australia di Bali, lokakarya edisi ketiga ini fokus pada pemahaman mendalam mengenai arsitektur dan kapabilitas instrumen AI generatif terbaru.
Kegiatan ini menghadirkan dua perspektif ahli yang saling melengkapi:
- Ika Ningtyas: Reporter senior dan anggota Dewan Penasihat AJI Indonesia, yang membedah AI dari sisi etika jurnalistik dan kredibilitas berita.
- A.A. Ngurah Bagus Kesuma Yudha: Akademisi dan influencer media kreatif Bali, yang memberikan wawasan praktis mengenai penerapan AI dalam produksi konten kreatif.
Kesuksesan acara tahun 2026 ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah konsisten dilaksanakan pada tahun 2024 dan 2025.
Dengan membekali jurnalis lokal dengan "senjata" digital yang tepat, diharapkan kualitas jurnalisme di wilayah timur Indonesia semakin tangguh dalam menghadapi tantangan era kecerdasan buatan.***
Editor : M.Ridwan