Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

SPMB SMP Denpasar 2026 Sediakan Kuota 5 Persen untuk Jalur TKA

Dhian Harnia Patrawati • Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:16 WIB
ilustrasi SPMB SMP-Jawa Pos Radar Kediri
ilustrasi SPMB SMP-Jawa Pos Radar Kediri

RADAR BALI - Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, Pemerintah Kota Denpasar tengah mematangkan strategi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tingkat SMP Negeri.

Proses seleksi ini rencananya bakal digulirkan mulai Juni hingga awal Juli 2026.

Ada yang menarik dalam aturan tahun ini, di mana calon peserta didik yang menempuh Jalur Domisili dan Jalur Afirmasi diberikan fleksibilitas untuk menentukan hingga tiga pilihan sekolah dari 17 SMP Negeri yang tersedia di wilayah Denpasar.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar AA Gede Wiratama memaparkan bahwa mekanisme Jalur Domisili tetap mengacu pada perhitungan jarak lurus atau koordinat udara dari tempat tinggal siswa ke sekolah tujuan.

Jika ditemukan dua atau lebih calon siswa dengan jarak tempuh yang identik pada ambang batas kuota, maka aspek usia akan menjadi penentu utama.

"Sekolah akan mendahulukan calon siswa yang usianya lebih senior apabila jarak rumah mereka ke sekolah sama persis," jelas Wiratama pada Kamis, 7 Mei 2026.

Inovasi lain yang menonjol adalah pengintegrasian hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) ke dalam sistem seleksi.

Jalur TKA ini memegang porsi 5 persen dari keseluruhan daya tampung dan dikategorikan sebagai bagian dari prestasi akademik.

Berbeda dengan jalur lainnya, peminat kategori TKA hanya diperbolehkan mendaftarkan diri pada satu sekolah tujuan saja.

Terkait teknis penilaian TKA, apabila terdapat kesamaan skor total, sistem akan memverifikasi nilai tertinggi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, disusul kemudian oleh Matematika.

Jika masih ditemukan hasil yang setara, faktor usia kembali menjadi rujukan final untuk menentukan kelulusan.

Secara keseluruhan, tersedia kursi bagi 5.960 siswa baru yang terbagi dalam 149 rombongan belajar di 17 sekolah.

Distribusi kuota dirinci menjadi empat pilar utama, yakni jalur domisili 40 persen (2.379 siswa), dan jalur prestasi 35 persen (mencakup prestasi akademik umum, TKA, hingga bidang non-akademik seperti seni dan olahraga)

Selain itu, jalur afirmasi 20 persen (1.192 siswa) dan jalur mutasi 5 persen (298 siswa).

Pemerintah juga memastikan adanya sistem subsidi kuota. Misalnya, jika kuota pada Jalur Afirmasi atau Jalur Prestasi tidak terpenuhi, sisa kursi yang kosong akan dialihkan untuk menambah daya tampung di Jalur Domisili.

Hal ini bertujuan agar penyerapan siswa ke sekolah negeri bisa lebih maksimal, mengingat tantangan besar di mana terdapat sekitar 13.246 lulusan SD yang harus berkompetisi memperebutkan kuota yang terbatas.***

Editor : Ibnu Yunianto
#SPMB SMP Denpasar #seleksi siswa baru #dinas pendidikan denpasar #jalur domisili smp #Tes Kemampuan Akademik