RADAR BALI - Hari-hari mendebarkan bagi ratusan ribu calon mahasiswa di seluruh Indonesia segera mencapai puncaknya.
Berdasarkan jadwal resmi, hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 akan diumumkan serentak pada Senin, 25 Mei 2026. Salah satu kampus yang paling dinantikan hasil kelulusannya adalah Universitas Udayana (Unud).
Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) terfavorit di Indonesia Tengah, persaingan memperebutkan kursi di Kampus Udayana tahun ini berlangsung sangat sengit.
Dengan kuota yang terukur dan jumlah pendaftar yang membeludak, hanya calon mahasiswa dengan skor UTBK terbaik yang akan melihat notifikasi kelulusan berwarna hijau di layar monitor mereka.
Bagi Anda yang sedang menghitung mundur waktu menuju tanggal 25 Mei, berikut adalah peta keketatan persaingan dan rincian daya tampung resmi yang menentukan kelulusan di Unud tahun ini.
Rumpun Kesehatan dan Teknologi Jadi Zona Merah
Berdasarkan analisis tren peminat dan daya tampung resmi SNBT 2026, rumpun kesehatan, teknologi, dan sosial-humaniora tertentu di Unud mencatatkan tingkat keketatan yang luar biasa tinggi.
Keketatan ini diukur dari rasio daya tampung dibanding jumlah peminat, semakin kecil peluang kelulusannya, semakin tinggi nilai UTBK minimal yang harus dipenuhi pendaftar.
Rumpun Sains, Teknologi, dan Kesehatan
Kedokteran (S1): Menjadi salah satu daya tarik utama di Unud, prodi S1 Kedokteran tahun ini menyediakan 130 kursi.
Dengan tingkat keketatan historis di kisaran 4,97%, persaingan memperebutkan kursi dokter di Unud dipastikan sangat krusial.
Farmasi & Keperawatan: Kedua prodi ini secara konsisten mencatatkan tingkat keketatan di bawah 4%. Pada SNBT 2026, perjuangan pendaftar terhitung sangat berat karena kuota yang tersedia hanya 57 kursi untuk Farmasi dan 53 kursi untuk Keperawatan.
Informatika & Teknologi Informasi: Tren digitalisasi membuat sektor ini diserbu pendaftar. Informatika membuka daya tampung sebanyak 78 kursi, sedangkan Teknologi Informasi menyediakan 99 kursi.
Rumpun Sosial dan Humaniora
Psikologi: Dengan daya tampung hanya 67 kursi pada SNBT 2026, prodi ini diprediksi mempertahankan tingkat keketatan tinggi di kisaran 5,38% seiring meningkatnya minat generasi muda pada isu kesehatan mental.
Manajemen & Akuntansi: Dua prodi ini menjadi lumbung pendaftar terbesar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Manajemen tahun ini mengalokasikan 217 kursi, sedangkan Akuntansi menyediakan 201 kursi.
Pariwisata: Sebagai representasi utama Bali di kancah dunia, prodi Pariwisata Unud memiliki daya pikat tinggi bagi siswa luar daerah. Tahun ini, Unud membuka 96 kursi untuk prodi Pariwisata dan 67 kursi untuk Industri Perjalanan Wisata.
Membaca Peluang Kelulusan Melalui Kuota Besar
Meskipun persaingan di prodi-prodi di atas sangat ketat, Unud juga memiliki beberapa jurusan dengan daya tampung yang relatif melimpah. Kuota yang besar ini secara logis memperlebar peluang kelulusan para pendaftar pada pengumuman tanggal 25 Mei nanti.
Daya tampung terbesar dipegang oleh Ilmu Hukum (S1) dengan kuota raksasa mencapai 304 kursi. Selain itu, prodi Ekonomi (S1) menyediakan 155 kursi.
Di sektor agraria dan peternakan, peluang kelulusan juga cenderung lebih terbuka berkat daya tampung yang memadai, seperti Peternakan (125 kursi), Agribisnis (106 kursi), dan Agroekoteknologi (100 kursi).
Sementara untuk jalur vokasi yang diintegrasikan dalam SNBT, D4 Pengelolaan Perhotelan menyediakan kuota cukup besar yaitu 76 kursi, disusul oleh D3 Akuntansi sebanyak 36 kursi.
Rincian Resmi Daya Tampung SNBT Universitas Udayana 2026
Sebagai referensi dan bahan evaluasi mandiri menjelang dibukanya portal pengumuman.
Berikut adalah daftar lengkap daya tampung resmi seluruh program studi di Universitas Udayana untuk jalur SNBT 2026:
Langkah Setelah Pengumuman 25 Mei 2026
Bagi para peserta UTBK yang menargetkan Universitas Udayana, berikut adalah beberapa hal krusial yang wajib dipersiapkan menjelang hari H pengumuman:
Siapkan Dokumen Akses: Pastikan nomor peserta UTBK SNBT dan tanggal lahir sudah dicatat dengan benar untuk mempercepat proses pengecekan di laman mirror resmi ataupun laman utama SNPMB.
Skenario Lolos: Jika Anda dinyatakan lolos, segera pantau laman resmi Universitas Udayana (unud.ac.id) untuk melihat mekanisme daftar ulang, verifikasi dokumen, dan penentuan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Skenario Alternatif: Jika hasil belum sesuai harapan, kuota besar yang belum terpenuhi di Unud biasanya akan dialihkan ke Jalur Mandiri. Manfaatkan data daya tampung di atas untuk menyusun strategi baru pada seleksi mandiri Unud yang akan segera dibuka.
Pengumuman SNBT 2026 menjadi gerbang penentu masa depan akademik Anda. Apapun hasilnya pada 25 Mei nanti, perjuangan keras yang telah Anda lalui dalam menghadapi ketatnya persaingan di Universitas Udayana adalah modal berharga untuk langkah berikutnya. Selamat menantikan hasil terbaik!***
Editor : Ibnu Yunianto