Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cegah Sekolah Pedesaan Mati Suri, Disdik Tabanan Petakan Potensi Krisis Siswa Baru di SMPN 5 Pupuan

Juliadi Radar Bali • Selasa, 2 Juni 2026 | 08:00 WIB
Ilustrasi aktivitas belajar mengajar di SMP. (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi aktivitas belajar mengajar di SMP. (gambar digital gemini/radar bali)

TABANAN, Radar Bali.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tabanan mulai memasang radar waspada. Menjelang tahun ajaran baru, Disdik gencar memetakan sejumlah sekolah yang berpotensi mengalami penurunan drastis jumlah siswa baru.

Baca Juga: Kabar Baik Ortu Siswa di Tabanan : Disdik  Garansi Kuota SPMB SD dan SMP Tahun 2026 Sangat Mencukupi

Terutama jenjang SMP yang berlokasi di daerah pedesaan. Salah satu yang masuk zona rawan adalah SMPN 5 Pupuan yang terletak di Desa Munduk Temu.

Mengendus adanya potensi krisis siswa pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027, jajaran Disdik Tabanan langsung turun gunung.

Mereka mengumpulkan para tokoh masyarakat, kepala desa, bendesa adat, komite, hingga pihak sekolah pendukung demi menyelamatkan keberlanjutan sekolah tersebut. Strateginya, memastikan setiap anak yang lulus SD di wilayah setempat wajib melanjutkan ke SMPN 5 Pupuan.

Kepala Disdik Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama membenarkan pihaknya telah mengumpulkan para tokoh di SMPN 5 Pupuan belum lama ini. ”Semua pendukung sekolah dari SDN 1, SDN 2, dan SDN 3 Munduk Temu kami undang, termasuk pihak komite. Harapan kami tidak ada lagi warga yang memilih SMP lain di luar desa. Padahal di Desa Munduk Temu sudah ada SMPN 5 Pupuan. Jangan sampai ada warga yang malah menyekolahkan anaknya ke wilayah Buleleng atau ke SMP lain di Pupuan,” tegas Darma Utama saat ditemui Senin 1/6/2026.

Langkah preventif ini diambil agar tidak terjadi penumpukan siswa di wilayah perkotaan maupun di sekolah SMP tertentu di wilayah Pupuan. Menurut Darma Utama, pemerataan jumlah siswa sangat krusial demi menjaga napas dan keberlanjutan sekolah-sekolah di pedesaan.

Ia mengakui, potensi minimnya pendaftar di SMPN 5 Pupuan pada seleksi penerimaan murid baru tahun ini dipengaruhi oleh faktor geografis, akses, jarak, hingga masalah gengsi.

Banyak orang tua atau anak yang merasa lebih bangga jika bisa bersekolah di wilayah kota atau sekolah yang dilabeli "favorit". Padahal, sistem sekolah favorit kini sudah tidak ada lagi.

Secara mutu, sarana, dan fasilitas, SMPN 5 Pupuan diklaim sangat memadai serta memenuhi standar nasional.

”Guru-guru dan tenaga pendidik di SMPN 5 Pupuan sangat mencukupi. Sarana prasarana juga bagus, apalagi sekolah tersebut baru selesai direhab total tiga tahun lalu. Kalau bicara evaluasi mutu, rapot pendidikan sekolah dan rapot pendidikan kabupaten kami juga sangat bagus,” pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#tabanan #smp #sekolah favorit #sekolah negeri #spmb