Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kondisi Terkini Minim Lulusan SD, SMPN 5 Pupuan Terancam Krisis Siswa Baru

Juliadi Radar Bali • Kamis, 4 Juni 2026 | 07:00 WIB
BAKAL SEPI : SMPN 5 Pupuan yang berlokasi di Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan Tabanan. (ist)
BAKAL SEPI : SMPN 5 Pupuan yang berlokasi di Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan Tabanan. (ist)

TABANAN, Radar Bali.id - Di tengah dibukanya sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, SMPN 5 Pupuan yang terletak di Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan, menghadapi tantangan serius.

Baca Juga: Kabar Baik Ortu Siswa di Tabanan : Disdik  Garansi Kuota SPMB SD dan SMP Tahun 2026 Sangat Mencukupi

Sekolah negeri di kawasan pedesaan ini kesulitan untuk menjaring calon siswa baru dari anak-anak tamatan Sekolah Dasar (SD).   

Hingga saat ini, jumlah pendaftar tamatan SD di SMPN 5 Pupuan tergolong masih sangat minim. Kondisi pelik ini sejatinya bukan hal baru, melainkan replika dari masalah yang sempat terjadi pada tahun 2025 lalu. 

Pada tahun ajaran 2025/2026, sekolah ini bahkan hanya berhasil mendapatkan 14 siswa baru. Sementara untuk tahun ini, pihak sekolah hanya berani mematok target realistis sebanyak 20 siswa.   Kepala SMPN 5 Pupuan, I Putu Suarta, 52, menyebutkan bahwa jumlah keterisian siswa baru di sekolahnya memang sangat bergantung pada lulusan dari tiga SD pendukung yang ada di wilayah Desa Munduk Temu. Yakni SDN 1, SDN 2, dan SDN 3 Munduk Temu.   

Padahal, untuk tahun ajaran 2026/2027 ini, sekolah sejatinya menargetkan bisa mendapat dua rombongan belajar (rombel) dengan standar jumlah siswa sekitar 64 orang.

Sesuai aturan, dalam satu rombel kelas idealnya harus terisi 32 siswa.    “Akan tetapi karena lulusan siswa pada tiga SD pendukung yang tamat tahun ini totalnya hanya 32 orang, maka target kami pangkas menjadi satu rombel kelas saja. Lulusan SD di wilayah ini memang sedikit,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (03/06/2026).  

Suarta membeberkan dari pengalaman dua tahun belakangan, meskipun ada lulusan SD di Desa Munduk Temu, rata-rata mereka justru memilih berburu sekolah ke SMPN 1 Pupuan. Bahkan ada juga yang memilih menyeberang ke kabupaten tetangga, yakni ke SMPN 5 Busungbiu di Bongan Cina, Buleleng.

Alasannya pun tergolong klasik, yakni karena SMPN 5 Pupuan dianggap kurang fasilitas lapangan sepak bola.    Padahal, sarana olahraga seperti lapangan basket dan voli di SMPN 5 Pupuan sudah tersedia.

Ditambah lagi jarak dari SD pendukung ke sekolah terhitung dekat dengan akses jalan yang sudah bagus. Fasilitas penunjang akademis pun sangat memadai, mulai dari ruang laboratorium, jumlah guru yang pas, hingga penyediaan fasilitas wifi gratis.

 ”Tapi kami setiap tahun selalu kekurangan siswa baru saat SPMB dibuka," keluhnya.    Guna mengantisipasi punahnya jumlah siswa, kini telah dijalin kesepakatan antara tokoh masyarakat, tokoh adat, pihak sekolah, dan komite setempat. Surat pernyataan sebagai tindak lanjut kesepakatan tersebut bahkan sudah digodok oleh Dinas

Pendidikan dan ditandatangani oleh kepala sekolah hingga ke tingkat dinas. Langkah konkret ini diharapkan mampu mengetuk hati warga Desa Munduk Temu agar lebih memilih SMPN 5 Pupuan sebagai sekolah lanjutan, sehingga keberlanjutan sekolah di pedesaan tetap terjaga.  

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan juga mengakui bahwa SMPN 5 Pupuan di Munduk Temu masuk dalam radar potensi kekurangan siswa yang cukup parah pada SPMB tahun ajaran 2026/2027 ini.

 "Memang potensi kekurangan siswa itu ada, karena sekolah pendukung di sana jumlah siswa yang tamat tahun ini juga sedikit," pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#SMP negeri #tahun ajaran baru sekolah #tabanan #kekurangan siswa #spmb