DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Ada yang berbeda dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Yayasan Pendidikan Dharma Sunu Mandare tahun ini.
Yayasan yang menaungi SD Tri Murti Denpasar dan TK Lingga Murti ini menggelar selebrasi di ruang publik, tepatnya di Amphitheater Living World Denpasar, Sabtu (2/5/2026) lalu.
Pemilihan lokasi yang tak biasa ini sengaja dilakukan untuk memberikan pengalaman baru bagi para siswa. Terlebih bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), momentum ini dimanfaatkan untuk memberikan panggung yang lebih luas bagi anak-anak dalam mengekspresikan bakat seni mereka di hadapan masyarakat umum, bukan hanya di lingkungan internal sekolah.
dr. Made Rendra Wisnu Rahasbistara, S.Ked., M.Ked, Ketua Yayasan Pendidikan Dharma Sunu Mandare, dalam siaran persnya mengungkapkan, tahun ini, perayaan hari jadi yayasan mengusung tema "JANUR", yang merupakan akronim dari Joyful action, Noble unity, dan Respect.
”Konsep ini dirancang sebagai ruang aman bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi diri dengan bahagia, mempererat rasa kebersamaan, sekaligus menanamkan nilai saling menghormati terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar,” kata Made Rendra Wisnu Rahasbistara.
Sementara itu Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum, Pembina Yayasan Pendidikan Dharma Sunu Mandare, mengatakan, pergelaran seni yang spektakuler ini tidak lahir dalam semalam. Kolaborasi solid antara siswa, guru, orang tua, hingga pengelola yayasan telah dipersiapkan matang sejak tiga bulan lalu.
Mulai dari pembentukan kepanitiaan, pemilihan peran, hingga intensitas latihan pengisi acara. Meski sempat diwarnai berbagai kendala teknis selama masa persiapan, sinergi seluruh elemen sekolah berhasil mengatasinya dengan baik.
Langkah berani Yayasan Dharma Sunu Mandare ini menjadi potret nyata dari implementasi pendidikan modern: bahwa proses belajar dan apresiasi bakat anak idealnya tidak lagi tersekat oleh ruang kelas, melainkan membaur dan memberi warna di tengah masyarakat.
Dijelaskan pula, guna menghadirkan pergelaran yang spektakuler, kolaborasi kuat menjadi kunci utama. Acara ini melibatkan sinergi besar dari dua instansi, yakni SD Tri Murti Denpasar dan TK Lingga Murti, mulai dari siswa, guru, orang tua, hingga pengelola yayasan.
Persiapan intensif ternyata sudah dilakukan sejak tiga bulan sebelum hari pelaksanaan. Prosesnya meliputi:
- Pembentukan kepanitiaan bersama.
- Pemilihan peran bagi para siswa.
- Latihan rutin untuk para pengisi acara.
- Mempersiapkan segala kebutuhan teknis panggung.
Meski sempat menemui beberapa kendala selama masa persiapan, berkat komunikasi dan kerja sama yang solid dari seluruh pihak, semua tantangan tersebut dapat terselesaikan dengan baik hingga acara sukses memukau penonton.***
Editor : M.Ridwan