DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Mahasaraswati Denpasar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan topik “Pelaksanaan Needs Analysis untuk Implementasi Deep Learning.”
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru SMP Negeri 9 Denpasar mengenai pentingnya analisis kebutuhan sebelum menerapkan deep learning (pembelajaran mendalam) di kelas.
Ketua tim PkM, Ni Made Wersi Murtini, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi yang bertujuan dapat membantu guru dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif, kontekstual, dan berpusat pada kebutuhan siswa.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unmas Denpasar menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, khususnya melalui pendekatan pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan tuntutan keterampilan abad ke-21.
Narasumber, Nengah Dwi Handayani, menyampaikan bahwa deep learning dalam pendidikan tidak hanya menekankan kemampuan siswa dalam menghafal materi, tetapi juga mendorong siswa untuk memahami, merefleksikan, dan menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata.
Pembelajaran ini menekankan tiga karakteristik utama, yaitu meaningful learning, mindful learning, dan joyful learning, sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna, reflektif, kritis, dan menyenangkan.
Dalam pemaparannya, Nengah Dwi Handayani menjelaskan bahwa sebelum guru menyusun strategi pembelajaran, perlu dilakukan needs analysis (analisis kebutuhan).
Analisis ini penting untuk mengetahui kondisi siswa, kebutuhan guru, kondisi kelas, kendala pembelajaran, serta fasilitas yang tersedia di sekolah.
Dengan melakukan analisis kebutuhan, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan nyata peserta didik.
Kegiatan pengabdian ini mendapat respons positif dari peserta karena materi yang disampaikan dinilai relevan dengan kebutuhan guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21.
Melalui kegiatan ini, guru diharapkan mampu menyusun strategi pembelajaran yang lebih kreatif, kolaboratif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Editor : Rosihan Anwar