DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali kembali berpartisipasi dalam peringatan Bulan Bung Karno melalui penyelenggaraan webinar bertajuk “Bung Karno & Kita: Merawat Jiwa Perjuangan di Era Sekarang”, 5 Juni lalu.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti mahasiswa dan dosen, pelajar, serta masyarakat umum.
Webinar yang dipandu oleh moderator Ni Koman Sabina Sanjipuri, S.Pd. menampilkan dua narasuber.
Narasumber pertama, I Made Adnyana, dosen UPMI Bali, membawakan materi berjudul “Merawat Jiwa Perjuangan Bung Karno: Pancasila dan Idealisme Generasi Muda di Era Digital.”
Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya menjaga idealisme generasi muda di tengah tantangan budaya instan, individualisme digital, dan derasnya arus informasi di media sosial.
Pancasila, menurutnya, harus menjadi kompas moral, sosial, dan kebangsaan bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman.
Sementara itu, praktisi sekaligus konten kreator Kadek Puja Astawa, S.E. membawakan topik “Dari Konten ke Gerakan: Ketika Media Sosial Menjadi Ruang Perjuangan.”
Ia mengajak generasi muda untuk memanfaatkan media sosial tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang menyebarkan inspirasi, membangun kepedulian sosial, serta mendorong lahirnya gerakan-gerakan positif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. dalam sambutannya sebelum membuka acara menyampaikan, UPMI Bali secara rutin setiap tahun menggelar berbagai kegiatan untuk turut memeriahkan Bulan Bung Karno.
Salah satu bentuk kegiatan tersebut adalah seminar atau webinar yang bertujuan menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh Soekarno kepada generasi penerus bangsa.
Menurutnya, semangat perjuangan Bung Karno tetap relevan untuk menjawab berbagai tantangan zaman yang dihadapi generasi muda saat ini.
Melalui webinar tersebut, peserta diharapkan mampu menyerap berbagai pemikiran dan nilai yang dapat menjadi bekal dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, maupun perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
“Jiwa perjuangan Bung Karno perlu terus dirawat dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila sesungguhnya telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Di Bali, nilai tersebut dapat dilihat dalam penerapan ajaran Tri Hita Karana yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan,” ujarnya.
Editor : Rosihan Anwar