DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Unggulan Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mahasaraswati Denpasar kembali menggelar pelatihan.
Kali ini, tim yang terdiri dari Kadek Rahayu Puspadewi, S.Pd., M.Pd. selaku ketua, Dr. I Gusti Ayu Putu Arya Wulandari, S.Si., M.Pd. selaku anggota, serta didukung oleh dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, melaksanakan kegiatan Pelatihan dan Implementasi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal di SMP Negeri 17 Denpasar.
Kegiatan ini diikuti oleh 25 guru dengan tujuan meningkatkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan bermakna melalui pemanfaatan kearifan lokal.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep pembelajaran berbasis kearifan lokal, pentingnya mengintegrasikan budaya daerah ke dalam proses pembelajaran, serta strategi penerapannya di kelas.
Pembelajaran berbasis kearifan lokal dinilai mampu menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata peserta didik sehingga proses belajar menjadi lebih relevan, menarik, dan bermakna.
Selain penyampaian materi, para guru juga terlibat aktif dalam kegiatan praktik.
Peserta bekerja secara berpasangan untuk mengidentifikasi berbagai bentuk kearifan lokal Bali yang dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran masing-masing.
Ide-ide yang dihasilkan dituliskan pada sticky note, kemudian didiskusikan bersama untuk menemukan bentuk integrasi yang sesuai dengan konteks pembelajaran.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam berdiskusi, bertukar pengalaman, serta menyusun rancangan pembelajaran berbasis kearifan lokal.
Melalui kegiatan ini, guru memperoleh pengalaman langsung dalam mengembangkan pembelajaran yang kreatif dan dekat dengan kehidupan siswa.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan.
Nilai rata-rata pretest yang semula sebesar 80,9 meningkat menjadi 97,8 pada posttest. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan pemahaman guru mengenai konsep dan implementasi pembelajaran berbasis kearifan lokal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru dapat mengimplementasikan pembelajaran berbasis kearifan lokal secara berkelanjutan sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, serta turut memperkuat identitas budaya peserta didik (Mikha/Prodi Pendidikan Matematika)
Editor : Rosihan Anwar