NEGARA, Radar Bali.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana mulai tancap gas mematangkan rencana besar pembangunan Sekolah Rakyat (SR).
Program pendidikan berasrama gratis besutan Kementerian Sosial (Kemensos) RI ini ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Usulan proyek mercusuar ini pun telah resmi disorongkan ke pemerintah pusat.
Baca Juga: Kemensos Rekrut 5.127 PPPK Guru dan Tendik Sekolah Rakyat, Lulusan SMA Bisa Daftar
Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Jembrana, I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, 47, menjelaskan bahwa lokasi yang diplot untuk pembangunan SR berada di Desa Melaya, Kecamatan Melaya. Lahan seluas 5,9 hektare tersebut saat ini merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Bali.
Rencananya, lahan tersebut akan dimohonkan statusnya untuk dihibahkan menjadi aset pemerintah pusat guna mendukung penuh realisasi program nasional ini.
”Pemkab Jembrana sudah mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat kepada Kementerian Sosial. Lahan yang disiapkan berada di Desa Melaya dengan luas hampir enam hektare,” ujar Oka Parwata saat ditemui pada Jumat, 12 Juni 2026.
Oka Parwata menambahkan, untuk mempercepat proses eksekusi di lapangan, Pemkab Jembrana telah membentuk tim bersama yang dikomandoi langsung oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Jembrana. Tim ini bergerak cepat mengajukan proposal resmi sejak Maret 2026 lalu dan terus melakukan koordinasi intensif dengan kementerian terkait.
Bahkan sebagai bentuk keseriusan daerah, Bupati Jembrana bersama tim khusus juga telah menggelar rapat koordinasi secara daring dengan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf.
Rapat strategis tersebut membedah tuntas kesiapan daerah, mulai dari dukungan legalitas lahan hingga konsep teknis pelaksanaan kurikulum SR di Jembrana.
”Harapannya, Sekolah Rakyat ini bisa segera terealisasi di bumi makepung dan menjadi solusi konkret bagi akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Jembrana,” pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita