Minat para lulusan SMP di Kabupaten Klungkung untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah vokasi pariwisata rupanya masih sangat tinggi. Salah satu bukti nyatanya terlihat di SMK Pariwisata Yapparindo Klungkung. Sekolah kejuruan beken ini mencatatkan animo luar biasa dengan total 945 siswa yang melakukan pendaftaran secara online pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027.
AKHIRNYA, sesuai jadwal, proses pendaftaran tersebut telah resmi ditutup pada Selasa (2/6/2026) lalu.
Baca Juga: Kabar Baru SPMB SMP 2026 di Buleleng: Jalur Prestasi Dikunci 25 Persen, Gunakan Seleksi Dua Tahap
Kepala SMK Pariwisata Yapparindo Klungkung, I Wayan Dharmayasa, 48, saat dikonfirmasi pada Kamis (11/6/2026) Wita, membenarkan terjadinya lonjakan tajam minat peserta didik baru terhadap sekolah vokasi pariwisata.
Menurutnya, daya tarik utama sekolah yang dipimpinnya terletak pada kualitas pendidikan teruji yang berfokus menyiapkan lulusan siap kerja, siap kuliah, dan siap berkarier di level internasional.
”SMK Pariwisata Yapparindo Klungkung tidak hanya fokus pada pembelajaran teori di dalam kelas. Kami juga memberikan berbagai program pelatihan intensif dan pengembangan karakter diri yang disesuaikan dengan kebutuhan riil industri pariwisata serta dunia kerja global saat ini,” tegas Dharmayasa, Kamis (11/6/2026).
Langkah nyata dalam mencetak SDM unggul berdaya saing internasional dibuktikan dengan dibukanya peluang magang dan kerja ke luar negeri. Hingga saat ini, SMK Pariwisata Yapparindo Klungkung telah menjalin kerja sama strategis dengan lembaga internasional terpercaya, di antaranya Bali Ocean Star Training Center (BOSTC) dan PT Sriti selaku agen resmi penyalur tenaga kerja internasional.
”Salah satu program unggulan yang tengah kami kembangkan saat ini adalah penempatan magang ke negara Taiwan. Melalui program emas tersebut, siswa kami berkesempatan memperoleh pengalaman kerja internasional yang berharga dengan uang saku yang sangat menggiurkan, yakni mencapai sekitar Rp 12 juta per bulan,” beber Dharmayasa gamblang.
Dharmayasa menambahkan, rekam jejak pengalaman magang di Taiwan ini akan menjadi nilai tambah (value added) yang diakui secara global. Otomatis, hal ini akan mendongkrak drastis daya saing para alumni saat mereka benar-benar terjun memasuki pasar kerja internasional yang kompetitif.
Meskipun jumlah pendaftar membeludak mendekati angka seribu calon siswa, masyarakat tampaknya harus bersaing ketat. Dharmayasa menjelaskan bahwa setelah proses pendaftaran ditutup, pihak panitia sekolah langsung bergerak cepat melaksanakan tahapan seleksi ketat serta persiapan penerimaan.
”Tentu harus melalui seleksi terukur, karena untuk tahun ajaran baru ini kapasitas bangku kami terbatas. Kami hanya akan menerima sekitar 600-an peserta didik baru saja,” tandasnya.[*]
Editor : Hari Puspita