Seiring perubahan zaman dan meningkatnya tuntutan kebutuhan hidup, fenomena pasangan suami istri (pasutri) yang sama-sama bekerja kini menjadi hal yang lumrah demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
BATASAN-BATASAN tentang peran aktif orang tua pun mulai bergeser, sesuai tuntutan zaman dan kebutuhan.
Baca Juga: Menjamur Dimana-mana, KPPAD Kritisi Tempat Penitipan Anak di Bali
Dan, di sisi lain, urusan merawat dan mengasuh anak setiap harinya kerap menjadi persoalan tersendiri.
Atas dilema tersebut, kehadiran Taman Penitipan Anak atau Tempat Penitipan Anak alias TPA atau day care sebenarnya menjadi salah satu solusi paling tepat.
Baca Juga: Bupati Giri Prasta Resmikan Taman Bermain Ramah Anak “Mangupura” Badung
Namun uniknya, antusiasme masyarakat lokal Bangli, khususnya yang tinggal di kawasan perkotaan, ternyata belum terlalu besar terhadap fasilitas ini.
Menurut Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli, Ni Made Sri Astuti Nugraha, 42, keberadaan TPA di Kabupaten Bangli saat ini justru lebih banyak dilirik oleh warga luar Bangli yang kebetulan mengais rezeki atau bekerja di Bangli.
Baca Juga: Ratusan Juta untuk Pagar Taman Bermain di Puputan, Ternyata Rusak Karena Dipakai Orang Dewasa
”Di Bangli baru ada satu TPA per bulan Mei lalu. Yang menitipkan anak di sana rata-rata adalah orang luar Bangli yang hanya bekerja di Bangli. Sepengetahuan kami, sebelumnya memang sempat terdata ada TPA lain, tapi sudah tidak beroperasional lagi sejak dihantam pandemi,” ungkap Sri Astuti saat dikonfirmasi pada hari Kamis (18/6/2026).
Walau jumlahnya masih sangat minim, pihak Disdikpora Bangli menegaskan bahwa pengawasan ketat tetap rutin dilakukan guna menjamin keamanan serta keselamatan anak-anak yang dititipkan di TPA. Langkah antisipasi dilakukan dengan cara mengunjungi langsung lokasi TPA guna memastikan kelengkapan izin operasional serta kelayakan sarana dan prasarana penunjang layanan anak.
”Untuk Satuan PAUD termasuk TPA, pengawasan rutin kami lakukan dengan bantuan Pengawas Sekolah dan Korwil. Saat ini total Satuan PAUD yang kami miliki ada 121 unit, termasuk di antaranya PAUD Desa. Selain turun ke lapangan, pengawasan harian juga kami lakukan lewat komunikasi intensif di WhatsApp Group maupun lewat jalur pribadi (japri),” pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita