Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tak Gelar SPMB, Sekolah Rakyat Tabanan Pindah ke Karangasem Akhir Juni

Zulfika Rahman • Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB
Ilustrasi - Guru dan siswa Sekolah Rakyat
Ilustrasi - Guru dan siswa Sekolah Rakyat

 

RADAR BALI - Kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat di Bali akan dijadikan satu dan dipusatkan di Kabupaten Karangasem pada tahun ajaran baru 2026/2027.

Dampaknya, para siswa yang sebelumnya belajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan akan segera dipindahkan ke lokasi baru tersebut pada akhir Juni ini.

Proses pemindahan fasilitas pendukung pendidikan dari Sentra Mahatmiya di Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, rencananya akan dilakukan selama masa libur sekolah.

Kepala SRMP 17 Tabanan I Putu Jaya Negara mengungkapkan, rencana pemindahan ini merupakan program yang dicanangkan oleh Kementerian Sosial. Selama satu tahun terakhir, siswa jenjang SMP di Tabanan menumpang belajar di Sentra Mahatmiya.

"Bapak Menteri Sosial mengatakan di sana (Karangasem) nanti digabung semua jenjang pendidikannya dari SD, SMP, hingga SMA," ujar Jaya Negara.

Kepala Sentra Mahatmiya Bali Tommy Heriyanto menambahkan, Sentra Mahatmiya di seluruh Indonesia sebenarnya merupakan cikal bakal atau rintisan berdirinya Sekolah Rakyat.

Namun kini, program tersebut telah memiliki lembaga dan fasilitas tersendiri yang jauh lebih representatif. Gedung Sekolah Rakyat di Kubu, Karangasem, berada di lahan seluas 5,67 hektare. 

Gedung tersebut dibangun dengan anggaran senilai Rp 255,5 miliar dan selesai pada akhir Juni. Gedung tersebut mampu menampung lebih dari 1.000 siswa untuk siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. 

Komplek sekolah rakyat di Karangasem dilengkapi ruang kelas lengkap, asrama siswa, dan asrama guru,

Antusiasme Tinggi dan Kuota Penerimaan

Saat ini, SRMP 17 Tabanan memiliki 75 siswa dari berbagai kabupaten di Bali. Sebanyak 74 siswa lama yang selama ini menempuh pendidikan gratis di Sentra Mahatmiya dipastikan akan bergeser ke Karangasem pada Juli mendatang.

Untuk tahun ajaran 2026/2027, pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial menyiapkan kuota penerimaan siswa baru sebanyak 260 orang untuk wilayah Bali.

Meski masa registrasi belum resmi dimulai, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Sekolah Rakyat di Karangasem yang awalnya dirancang menampung 270 siswa total, justru mencatat lonjakan pendaftar hingga mencapai 400 orang.

Saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto, terpantau sekitar 150 calon orang tua siswa ikut hadir.

Proses Verifikasi Ketat dan Prioritas Sasaran

Untuk mengisi kuota yang ada, pihak sekolah tidak menggelar Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) konvensional. Sebagai gantinya, tim Sentra Mahatmiya bersama Dinas Sosial kabupaten/kota se-Bali melakukan sistem jemput bola dan verifikasi data yang ketat.

Kriteria Utama Calon Siswa adalah anak-anak dari keluarga penerima manfaat Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) yang masuk dalam kategori data desil 1 dan desil 2 (kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah secara nasional).

Kriteria lain adalah anak yang berisiko tinggi putus sekolah atau sudah putus sekolah.

Saat ini, data awal yang masuk dan sedang diproses telah mencapai ribuan Kepala Keluarga (KK) di seluruh Bali.

"Kami cek satu per satu, apakah di keluarga itu ada anak yang tidak bersekolah atau putus sekolah? Jika ada, itulah yang akan kami jangkau dan prioritaskan untuk masuk ke Sekolah Rakyat," jelas Tommy Heriyanto.

Setelah data awal divalidasi, tim gabungan akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan (home visit) untuk memastikan kondisi ekonomi, sosial, dan lingkungan keluarga secara riil.

Jika memenuhi syarat, anak tersebut akan diajak bergabung setelah mendapatkan surat pernyataan persetujuan dari orang tua atau wali.

"Kami harap kuota sebanyak 260 siswa baru untuk Provinsi Bali ini bisa terpenuhi seluruhnya. Ini adalah kesempatan emas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan, tempat tinggal, dan kebutuhan hidup lainnya secara gratis hingga tamat SMA," pungkas Tommy.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Sekolah Rakyat Bali #Sentra Mahatmiya Tabanan #Pendidikan Gratis Bali #Info Karangasem #kementerian sosial