KINTAMANI, Radar Bali.id - Ada puluhan Sekolah Dasar (SD) dan sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bangli yang mendapatkan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja pada tahun 2026 ini.
Baca Juga: Link Resmi dan Cara Cek Pengumuman SPMB Bali 2026 Jenjang SD, SMP, SMA, SMK
BOSP Kinerja ini secara khusus ditujukan kepada satuan pendidikan jenjang SD dan SMP yang dinilai memiliki kinerja baik, serta berhasil menunjukkan perbaikan performa dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hanya saja, jumlah sekolah penerima BOSP Kinerja tahun 2026 di Bangli mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2025 lalu.
Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli, Ni Nengah Apriani, pada Selasa (7/7/2026) mengungkapkan, total ada sebanyak 163 SD negeri, 1 SD swasta, 26 SMP negeri, dan 2 SMP swasta di Kabupaten Bangli. Dari jumlah tersebut, hanya 16 SD negeri, 1 SD swasta, serta 4 SMP negeri yang berhasil mendapatkan BOSP Kinerja.
Besaran dana BOSP Kinerja yang diperoleh yakni Rp 22,5 juta untuk tingkat SD dan Rp 35 juta untuk SMP. ”Khusus untuk SMPN 1 Bangli, mendapat dana sebesar Rp 100 juta. Hal itu karena yang didapat adalah BOSP Kinerja tipe sekolah prestasi, sementara sekolah yang lainnya menerima BOSP Kinerja tipe terbaik. Pencairannya biasanya dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus, langsung ditransfer ke rekening sekolah masing-masing,” terangnya.
Jika dikomparasikan dengan tahun 2025, jumlah sekolah penerima BOSP Kinerja tahun ini memang jauh menurun. Pada tahun 2025 lalu, ada sebanyak 28 SD negeri dan 1 SD swasta yang menjadi penerima. Sementara di tingkat SMP, ada sebanyak 8 SMP negeri yang menerima kucuran BOSP Kinerja. ”Khusus SD Negeri Belanga mendapat BOSP Kinerja tipe sekolah prestasi dengan nilai Rp 50.750.000. Begitu juga dengan SMP Negeri 5 Kintamani dengan nilai Rp 36.250.000,” bebernya membandingkan data sebelumnya.
Apriani mengaku tidak tahu secara pasti apa penyebab jumlah sekolah penerima BOSP Kinerja tahun ini menurun drastis, apakah dipicu oleh capaian prestasi sekolah yang menurun secara umum atau ada indikator penilaian lain dari pusat.
”Berbeda dengan BOSP reguler yang diperuntukkan bagi biaya operasional sekolah sehari-hari. BOSP Kinerja ini secara spesifik diperuntukkan untuk peningkatan literasi, numerasi, pembelajaran digital, dan pengembangan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal),” pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita