SINGARAJA, radarbali.jawapos.com - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan semangat Diktisaintek Berdampak melalui program pengabdian kepada masyarakat yang menjawab kebutuhan nyata warga.
Kali ini, sasaran program adalah para lanjut usia (lansia) di Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng, yang didampingi untuk meningkatkan kesejahteraan psikososial melalui pendekatan seni tradisional Bali berbasis mindfulness.
Program bertajuk Mindful Creative Aging: Pemberdayaan Kader PKK melalui Praktik Kreasi Seni Berbasis Kesadaran Diri untuk Penguatan Psikososial Lansia Desa Penglatan dilaksanakan, 12 Juni 2026.
Program ini merupakan hasil kolaborasi tim akademisi Undiksha yang terdiri atas Anak Agung Istri Dewi Adhi Utami, S.Pd., M.Pd., Prof. I Made Ardana, M.Pd., dan Ns. Ni Kadek Diah Purnamayanti, S.Kep., M.Kep dengan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2026.
Program lahir dari hasil identifikasi kebutuhan masyarakat yang menunjukkan tingginya minat lansia terhadap seni budaya lokal, namun belum didukung kegiatan yang mampu mengoptimalkan manfaatnya bagi kesehatan mental dan sosial.
Menjawab kondisi tersebut, tim pengabdi menghadirkan pelatihan bagi kader PKK dan pendampingan bagi lansia melalui pendekatan mindfulness, permainan angklung, serta gending Bali.
Kepala Desa Penglatan, I Nyoman Budarsa, mengapresiasi program ini karena sejalan dengan upaya desa dalam meningkatkan kesejahteraan lansia melalui pendekatan berbasis kearifan lokal.
Sementara itu, Ketua Tim Pengabdi, Anak Agung Istri Dewi Adhi Utami, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membangun ruang interaksi yang positif antara lansia dan kader PKK sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat, harmonis, dan saling mendukung.
Pelaksanaan program menunjukkan dampak positif. Lansia menjadi lebih aktif berinteraksi, percaya diri, dan memiliki ruang berekspresi melalui seni tradisional.
Di sisi lain, kader PKK memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk mendampingi lansia secara berkelanjutan.
Untuk mendukung keberlanjutan program, tim Undiksha membentuk Mindful-Art Area serta menyerahkan bantuan berupa angklung, buku gending Bali, dan seragam kepada PKK dan kelompok lansia.
Melalui program ini, Undiksha menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Inilah wujud implementasi Diktisaintek Berdampak, di mana ilmu pengetahuan, seni, dan pemberdayaan masyarakat bersinergi menciptakan perubahan yang bermakna.
Editor : Rosihan Anwar