Ribuan Siswa Tak Lolos SPMB, Disdikpora Bali Distribusikan ke Sekolah Negeri maupun Swasta

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 00:20 WIB
Ilustrasi SPMB 2026 dimana ribuan siswa yang berebut kuota sekolah negeri dilayani dab disalurkan oleh Disdikpora Provinsi Bali
Ilustrasi SPMB 2026 dimana ribuan siswa yang berebut kuota sekolah negeri dilayani dab disalurkan oleh Disdikpora Provinsi Bali

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com– Sebanyak 2.567 siswa tercatat belum tertampung usai Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Guna memastikan hak belajar tetap terpenuhi, ribuan siswa yang tercecer tersebut kini didistribusikan ke sekolah negeri maupun swasta yang masih memiliki sisa daya tampung.

​Kepala Disdikpora Provinsi Bali, Ida Bagus Wesnawa Punia, didampingi Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik), I Komang Agus Kariasa, menyatakan bahwa pihaknya telah menelusuri (tracing) para siswa yang belum mendapatkan sekolah.

Langkah ini diambil agar seluruh masyarakat Bali dapat terus mengakses layanan pendidikan di jenjang menengah.

​"Kami melakukan pendekatan langsung kepada orang tua murid yang anaknya belum tertampung. Kini, kami telah memenuhi seluruh kebutuhan siswa yang sebelumnya dianggap tercecer," ujar Wesnawa, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga: Booking Michat Berujung Berdarah, Pria Asal Blitar Dibacok Pakai Botol Pecah, Ternyata ini Pemicunya

​Proses penelusuran dan komunikasi dilakukan secara proaktif. Pihak Disdikpora menghubungi orang tua siswa satu per satu melalui sambungan telepon, serta melayani keluhan warga yang datang langsung ke Posko SPMB.

​Wesnawa mengakui, banyak siswa yang tidak lolos SPMB awalnya bersikeras ingin diterima di sekolah-sekolah yang selama ini dilabeli sebagai sekolah unggulan. Hal ini membuat sebagian dari mereka sempat keberatan saat ditempatkan di sekolah lain.

​"Ada beberapa yang sempat komplain karena sekolah yang diperoleh tidak sesuai dengan keinginan mereka. Namun, setelah diberikan penjelasan bahwa sekolah yang mereka inginkan sudah penuh, akhirnya mereka menerima penempatan tersebut," jelasnya.

​Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa distribusi siswa ini bukan sekadar untuk memenuhi kuota, melainkan sebagai upaya pemerataan kualitas layanan pendidikan.

Disdikpora Bali terus mendorong agar seluruh SMA dan SMK negeri di Bali memiliki standar mutu yang setara.

​"Pemerataan layanan dan kualitas menjadi catatan penting ke depan bagi Pemerintah Provinsi Bali. Kami ingin kualitas di seluruh satuan pendidikan menengah semakin merata, sehingga ke depan tidak ada lagi istilah sekolah favorit maupun nonfavorit," tegas Wesnawa.

​Tidak hanya berfokus pada peserta SPMB tahun ini, proses penelusuran Disdikpora juga menemukan sejumlah anak yang belum bersekolah sejak tahun sebelumnya. Anak-anak tersebut kini turut didata dan disalurkan ke satuan pendidikan yang masih memiliki kapasitas penerimaan.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
seleksi penerimaan murid baru Disdikpora Provinsi Bali sekolah menengah atas spmb