Krisis Murid di Tabanan, Empat Sekolah Dasar Terpaksa Digabung 

Juliadi Radar Bali • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 05:52 WIB
Ilustrasi Sekolah Dasar sepi siswa. (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi Sekolah Dasar sepi siswa. (gambar digital gemini/radar bali)

TABANAN, Radar Bali.id – Fenomena krisis peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027 ternyata tak hanya melanda jenjang SMA seperti SMAN 1 Kerambitan dan SMAN 1 Marga.

Kondisi memprihatinkan ini merembet hingga ke tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tabanan.

Baca Juga: Dua SD Negeri di Karangasem Nirsiswa, Dewan Desak Disdikpora Lakukan Regrouping

Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Tabanan mengambil langkah tegas dengan menggabungkan (regrouping) sejumlah sekolah yang kekurangan murid.

Ada empat Sekolah Dasar yang bakal dilebur tahun ini.Antara lain, SDN 1 Sembung Gede dan SDN 2 Sembung Gede di Kecamatan Kerambitan yang akan disatukan. Langkah serupa juga diterapkan pada SDN 1 Selabih dan SDN 2 Selabih di Kecamatan Selemadeg Barat.

Baca Juga: Kelebihan 447 Ruang Kelas, Disdikpora Klungkung Rencanakan Regrouping SD

Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdik Tabanan, I Made Sukanitera mengungkapkan, kebijakan regrouping ini diambil berdasarkan berbagai pertimbangan rasional. Salah satunya adalah minimnya jumlah pendaftar setiap tahunnya.

"Jumlah siswa sekolah dasar tersebut rata-rata di bawah 60 orang. Jumlah siswa yang minim ini akan mempengaruhi penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)," ungkap Sukanitera, Rabu (22/7/2026).

Faktor pemicu lainnya adalah persoalan aset dan status lahan. Salah satu sekolah dasar tercatat berdiri di atas tanah milik desa adat. Status kepemilikan ini membuat sekolah sulit mengakses bantuan perbaikan fisik dari pemerintah pusat.

"Faktor-faktor ini yang menjadi pertimbangan kami untuk menggabung sekolah dasar tersebut menjadi satu. Alasan lainnya agar pembelajaran lebih efektif," jelasnya.

Proses penggabungan sendiri sudah melalui mekanisme dari bawah, seperti sosialisasi dan jajak pendapat bersama masyarakat sekitar, pihak desa, guru, hingga sekolah pendukung. Kini, Disdik Tabanan tinggal menunggu restu resmi.

"Saat ini siswa masih tetap proses belajar di sekolah lama. Kalau SK Bupati keluar baru dilakukan penggabungan," beber Sukanitera.

Ia berharap, lewat penataan ini pengelolaan sekolah ke depan bisa jauh lebih efektif, sarana dan prasarana terpakai maksimal, serta kualitas layanan pendidikan dasar di Tabanan terus meningkat. "Disamping ke depan sekolah tersebut terus terjadi penambahan jumlah siswa baru," pungkasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
tabanan Krisis Siswa penggabungan sekolah sekolah dasar negeri