Veritas Intercultural School (VIS) Bali – Bintaro – Kelapa Gading Resmi Di-Lauching, Start Transformasi Pendidikan Berstandar Internasional

Rosihan Anwar • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 16:33 WIB
Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta (lima dari kiri) berpose bersama usai peluncuran VIS Bali - Bintaro - Kelapa Gading di VIS Bali, Kamis (23/7/2026). (Rosihan Anwar/Radar Bali)
Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta (lima dari kiri) berpose bersama usai peluncuran VIS Bali - Bintaro - Kelapa Gading di VIS Bali, Kamis (23/7/2026). (Rosihan Anwar/Radar Bali)

 

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com – Tiga sekolah Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) ternama dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di Bali, Bintaro, dan Kelapa Gading, resmi bertransformasi dengan mengusung identitas Veritas Intercultural School (VIS), efektif mulai Tahun Ajaran 2026/2027.

Launching resmi dilakukan oleh Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta dan Ny. Putu Yunita Oktarini di VIS Bali jalan Muding Indah X no. 9 Kerobokan, Kuta Utara, pada Kamis (23/7/2026).

Hadir dalam peluncuran resmi ini, Board of Directors – VIS Bali G.W. Bayu Wedananta AP dan Intan Yuli Bhestari.

Selain launching identitas baru, agenda juga menghadirkan talk show yang menghadirkan 4 orang narasumber.

Yakni Winy Trianita (PVP Principal of VIS Bintaro), Dr. Tarek Razik (Konsultan Pendidikan), Ni Putu Yunita Kurniawati (MYP and DP Principal of VIS Bali) dan Ni Wayan Deny Jiandari (Pengawas Sekolah di Disdikpora Provinsi Bali)

Menurut Intan Yuli Bestari, tujuan transformasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan internasional yang relevan, holistik, dan berorientasi pada masa depan.

“Perubahan identitas ini mencerminkan visi pendidikan yang menekankan pembelajaran berbasis inkuiri, pemahaman lintas budaya, serta pengembangan karakter dan kompetensi global,” ujar Intan.

Veritas Intercultural School berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membentuk peserta didik yang berintegritas, berpikiran terbuka, peduli terhadap sesama, dan siap berkontribusi di masyarakat global.

Menurut Megasari, School Director Veritas Intercultural School Bintaro, transformasi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat arah pendidikan yang berpusat pada perkembangan peserta didik.

"Perubahan menjadi Veritas Intercultural School merupakan wujud komitmen kami untuk terus berkembang dan menghadirkan pendidikan yang relevan dengan tantangan masa depan.

Kami ingin setiap peserta didik tidak hanya memiliki prestasi akademik yang baik, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang berintegritas, memiliki rasa ingin tahu, mampu berpikir kritis, dan siap memberikan dampak positif di manapun mereka berada."

Nama Veritas, yang berarti kebenaran, mencerminkan nilai kejujuran, integritas, keberanian berpikir kritis, dan semangat belajar sepanjang hayat.

Sementara itu, Intercultural merefleksikan keyakinan bahwa pembelajaran terbaik lahir dari interaksi dengan beragam budaya, bahasa, dan perspektif.

Melalui lingkungan belajar yang inklusif, peserta didik didorong untuk membangun empati, menghargai perbedaan, serta berkembang menjadi warga dunia yang bertanggung jawab.

Sebagai bagian dari transformasi ini, Veritas Intercultural School mengimplementasikan International Baccalaureate (IB) sebagai kerangka pendidikan yang selaras dengan visi sekolah dalam membentuk peserta didik yang siap menghadapi tantangan global.

Melalui pendekatan pembelajaran berbasis inkuiri (inquirybased learning), IB mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, berkomunikasi dan berkolaborasi secara efektif, serta menjadi individu yang berintegritas, berpikiran terbuka, dan peduli terhadap sesama.

Pendekatan holistik ini membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang diperlukan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Memperkuat makna transformasi tersebut, Gusti Wayan Bayu Wedananta Alit Putra, School Director Veritas Intercultural School Bali, menegaskan bahwa perubahan ini merupakan penegasan arah pendidikan yang ingin diwujudkan oleh sekolah.

"Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan penegasan arah pendidikan yang kami bangun.

Kami ingin setiap peserta didik memiliki keberanian untuk bertanya, kemampuan untuk beradaptasi, serta kepedulian untuk menjadi bagian dari solusi di tengah dunia yang terus berubah.

Sementara itu, Lauren Sarinah, School Director Veritas Intercultural School Kelapa Gading, menyampaikan bahwa Veritas Intercultural School berdiri tegak sebagai School of Truth & Empathy.

Sebuah institusi yang tidak hanya menempa kecerdasan intelektual dan integritas akademik (Truth), tetapi juga mengasah kepekaan hati untuk saling memahami, menghargai keberagaman, dan peduli terhadap sesama (Empathy).

Komitmen ini tercermin nyata dalam tagline kami, “We Learn, We Rise, We Lead,” yang merangkum esensi perjalanan bagi setiap VISioner—sebutan bagi para siswa VIS. Kami belajar (learn) dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan motivasi yang kuat.

Kami bangkit (rise) dengan bertumbuh melampaui tantangan demi mengasah potensi unik diri. Hingga pada akhirnya, kami memimpin (lead) dengan cara melayani sesama, mengambil keputusan yang bijak, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan dunia.

Melalui transformasi ini, Veritas Intercultural School menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan berkualitas internasional yang berpijak pada nilai-nilai integritas, kolaborasi, dan pembelajaran sepanjang hayat.

Dengan mengintegrasikan kerangka International Baccalaureate dan memperkuat budaya belajar yang inklusif, Veritas Intercultural School mempersiapkan peserta didik untuk menjadi individu yang berkarakter, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi komunitas lokal maupun global.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
Veritas Intercultural School (VIS) Veritas Intercultural School (VIS) Bali