NEGARA, Radar Bali .id– Sebanyak tujuh gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Jembrana masih dalam kondisi rusak berat.
Dari jumlah tersebut, SDN 2 Pengambengan menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang diprioritaskan untuk segera direnovasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana pada tahun anggaran 2027 mendatang.
Baca Juga: Atasi Krisis 210 Guru dan Sekolah Rusak, Pemkab Jembrana Rancang Sekolah Rakyat Berasrama Gratis
Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Jembrana, semula terdapat 22 sekolah SD yang terdata rusak berat. Sebanyak 11 sekolah di antaranya telah tuntas diperbaiki pada tahun 2025 lalu.
Sisa 11 sekolah kemudian ditangani bertahap, di mana 4 sekolah berhasil direhab lewat program revitalisasi pusat, sehingga menyisakan 7 sekolah rusak berat yang harus ditangani pemkab.
Baca Juga: Terganjal Anggaran Pas-pasan, di Depan Wamendikdasmen, Bupati Karangasem Curhat Banyak Sekolah Rusak
Kondisi SDN 2 Pengambengan sendiri terbilang memprihatinkan. Kerusakan utama menyasar bagian atap dan plafon yang jebol di beberapa ruang kelas sehingga sangat membahayakan aktivitas belajar-mengajar. Kendati demikian, masih ada satu bangunan gedung yang aman dan difungsikan secara bergantian.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan memastikan penanganan sarana pendidikan yang rusak berat menjadi perhatian utama pemerintah daerah. ”Kondisi SD 2 Pengambengan ini memang sudah masuk dalam catatan kita. Perbaikannya akan kita prioritaskan di tahun 2027 mendatang,” ujar Bupati Kembang pada Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, proses perbaikan harus disesuaikan dengan mekanisme dan perancangan APBD yang tengah berjalan. Pemkab berkomitmen mengawal ketat alokasi anggaran tersebut agar tidak terus tertunda. ”Kita pastikan perbaikannya terkawal dengan baik di tahun 2027 agar para siswa dan guru bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman,” tegasnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali